Sampah organik masih menjadi penyumbang terbesar dalam komposisi sampah Kota Bandung. Limbah berupa sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan tercatat mencapai 44,52 persen dari total sampah harian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas rumah tangga dan sektor perdagangan masih menjadi sumber utama timbulan sampah di kota tersebut.
Selain sampah organik, limbah plastik menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 16,70 persen. Sementara itu, sampah kertas dan karton menyumbang sekitar 13,12 persen dari total produksi sampah setiap hari.
Tantangan pengelolaan sampah juga semakin bertambah seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut diperkirakan menghasilkan tambahan limbah organik sekitar 50 hingga 60 ton per hari yang harus ditangani secara optimal agar tidak menambah beban lingkungan.




