Teknologi

Smartphone OpenAI Rilis 2028: Qualcomm, MediaTek, dan Jony Ive Terlibat dalam Proyek Ini

4
×

Smartphone OpenAI Rilis 2028: Qualcomm, MediaTek, dan Jony Ive Terlibat dalam Proyek Ini

Sebarkan artikel ini
OpenAI siapkan smartphone berbasis agentic OS untuk 2028, bermitra dengan Qualcomm, MediaTek, dan Luxshare.
OpenAI siapkan smartphone berbasis agentic OS untuk 2028, bermitra dengan Qualcomm, MediaTek, dan Luxshare.

OpenAI Siapkan Smartphone Berbasis Agen AI untuk 2028, Luxshare Jadi Mitra Manufaktur Eksklusif

XJABAR.COM – Rencana OpenAI merambah industri smartphone mulai terkonfirmasi lewat laporan analis Ming-Chi Kuo — perangkat pertamanya diperkirakan meluncur pada 2028, mengusung sistem operasi agentic yang membuang konsep antarmuka aplikasi konvensional secara keseluruhan.

Dari “Belum Tertarik” ke Kolaborasi Chip dengan Qualcomm dan MediaTek

OpenAI selama ini dikenal sebagai perusahaan perangkat lunak murni. Pernyataan-pernyataan sebelumnya dari para eksekutifnya bahkan secara eksplisit menegaskan ketidaktertarikan mereka pada industri hardware smartphone. Namun laporan terbaru dari analis Ming-Chi Kuo — yang dilansir 9to5Mac pada Sabtu, 5 April — memperlihatkan gambaran yang berbeda.

Menurut Kuo, OpenAI kini tengah menjalin kerja sama dengan dua produsen chip terbesar di segmen mobile: MediaTek dan Qualcomm. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan prosesor khusus yang dirancang untuk mendukung kapabilitas agen AI langsung di tingkat hardware — bukan sekadar chip smartphone generik yang kemudian diisi aplikasi AI di atasnya.

Di sisi manufaktur, Luxshare disebut akan menjadi mitra eksklusif untuk desain sistem dan produksi perangkat. Nama Luxshare bukan asing di industri ini — perusahaan asal Tiongkok ini sudah lama menjadi salah satu mitra produksi Apple Watch dan beberapa produk Apple lainnya.

Kuo memperkirakan spesifikasi perangkat dan daftar pemasok final akan rampung pada akhir 2026 atau awal 2027, sebelum produksi massal dimulai pada 2028.

Bukan Smartphone Biasa: Konsep Agentic OS yang Buang Paradigma Aplikasi

Yang membedakan proyek ini dari sekadar “iPhone versi OpenAI” adalah visi arsitekturalnya yang radikal.

OpenAI dilaporkan tengah membangun sebuah agentic operating system — sistem operasi berbasis agen AI yang dirancang ulang dari nol. Berbeda dari iOS atau Android yang menempatkan aplikasi sebagai unit interaksi utama, sistem operasi ini memposisikan agen AI sebagai lapisan tunggal antara pengguna dan semua fungsi perangkat.

“Alih-alih mengelola tumpukan aplikasi, pengguna cukup memberikan perintah pada ponsel soal apa yang ingin dilakukan, dan agen AI akan menyelesaikan tugas tersebut,” ujar Kuo, seperti dilansir TechCrunch.

Implikasinya signifikan. Pengguna tidak perlu membuka aplikasi peta untuk navigasi, membuka aplikasi kamera untuk memotret, atau berpindah antara aplikasi email dan kalender untuk menjadwalkan pertemuan. Agen AI menerima instruksi dalam bahasa natural, lalu mengeksekusi seluruh rangkaian tindakan secara otonom di balik layar.

Ini adalah kelanjutan logis dari tren yang sudah mulai terlihat di produk seperti Rabbit R1 dan AI Pin dari Humane — tetapi dengan skala ambisi dan sumber daya yang jauh lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *