Teknologi

Dokter Ungkap Bahaya Kekurangan Air (Dehidrasi) Harian yang Sering Tidak Disadari Warga RI

13
×

Dokter Ungkap Bahaya Kekurangan Air (Dehidrasi) Harian yang Sering Tidak Disadari Warga RI

Sebarkan artikel ini
Studi ungkap 1 dari 4 orang dewasa RI kekurangan cairan harian, sementara 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri E. coli dengan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.
Studi ungkap 1 dari 4 orang dewasa RI kekurangan cairan harian, sementara 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri E. coli dengan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.

1 dari 4 Orang Dewasa RI Kekurangan Cairan, Ini Dampak Serius yang Mengintai

XJABAR.COM – Kecukupan konsumsi air minum harian masyarakat Indonesia masih jauh dari ideal. Data terbaru menunjukkan sekitar 1 dari 4 orang dewasa dan 1 dari 5 anak-anak serta remaja di Indonesia masih mengalami kekurangan cairan setiap harinya.

Praktisi kesehatan RS Mitra Keluarga Bintaro, Adelina Haryono, menyatakan banyak masyarakat merasa sudah memenuhi kebutuhan cairan, padahal kenyataannya belum. Fenomena ini bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan jangka panjang.

Tubuh Manusia Sangat Bergantung pada Air

Air bukan sekadar pelepas dahaga. Menurut Adelina, zat ini menyusun sekitar 50% hingga 60% komposisi tubuh manusia dan menjalankan fungsi yang sangat krusial.

Fungsinya mencakup pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Tanpa asupan yang cukup, proses-proses biologis penting ini terganggu — dan efeknya bisa terasa bertahap tanpa disadari.

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda tergantung usia dan kondisi fisik. Namun Adelina memberikan patokan umum yang perlu dipahami masyarakat luas.

“Kebutuhan cairan berbeda-beda, tetapi secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2 hingga 1,5 liter per hari, sedangkan orang dewasa sekitar 1,8 hingga 2 liter per hari. Dan yang terpenting, jangan menunggu haus untuk minum,” kata Adelina.

Rasa haus sebenarnya adalah sinyal keterlambatan. Saat tubuh sudah merasa haus, proses dehidrasi ringan sudah berlangsung. Minum sebelum haus justru menjadi kunci menjaga hidrasi optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *