Teknologi

Dokter Ungkap Bahaya Kekurangan Air (Dehidrasi) Harian yang Sering Tidak Disadari Warga RI

15
×

Dokter Ungkap Bahaya Kekurangan Air (Dehidrasi) Harian yang Sering Tidak Disadari Warga RI

Sebarkan artikel ini
Studi ungkap 1 dari 4 orang dewasa RI kekurangan cairan harian, sementara 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri E. coli dengan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.
Studi ungkap 1 dari 4 orang dewasa RI kekurangan cairan harian, sementara 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri E. coli dengan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.

Masalah Ganda: Kuantitas dan Kualitas Air

Tantangan hidrasi di Indonesia tidak berhenti pada soal jumlah konsumsi. Ada persoalan yang sama besarnya — bahkan lebih berbahaya — yakni kualitas air yang masuk ke dalam tubuh.

Hal ini disampaikan oleh Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, dari Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua. Ia menyebut sebagian besar rumah tangga di Indonesia masih bergantung pada air yang tidak aman dikonsumsi.

Data dari Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga mengungkap angka yang mengkhawatirkan: sekitar 7 dari 10 rumah tangga mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli.

“Masih banyak sumber air yang berisiko tercemar, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman,” ujar Tria.

Banyak keluarga masih mengandalkan perebusan air sebagai solusi. Metode ini memang mampu membunuh sebagian besar bakteri. Namun Tria menjelaskan bahwa proses tersebut tidak sanggup menghilangkan logam berat atau senyawa berbahaya lain yang mungkin larut dalam air.

Ancaman Nyata bagi Pertumbuhan Anak

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan dari dampak konsumsi air tidak aman. Paparan jangka panjang terhadap air yang terkontaminasi bisa mengganggu penyerapan nutrisi dan berdampak langsung pada proses tumbuh kembang.

Publikasi internasional mencatat temuan yang serius. Anak yang terpapar air minum tidak aman dengan kontaminasi mikrobiologis memiliki risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mengonsumsi air aman.

Temuan itu bukan angka abstrak. Penelitian dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup studi di 13 provinsi sekaligus studi lapangan khusus di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dampaknya pun tidak terbatas pada fisik semata. Konsumsi air tidak aman secara konsisten juga memengaruhi daya ingat, kemampuan bahasa, dan performa akademik anak.

Ini berarti kualitas air yang diminum hari ini secara langsung membentuk kapasitas kognitif generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *