Lifestyle

Kisah Metta Murdaya Ubah Burnout Jadi Brand Skincare Jamu Global JUARA Beauty

9
×

Kisah Metta Murdaya Ubah Burnout Jadi Brand Skincare Jamu Global JUARA Beauty

Sebarkan artikel ini
Metta Murdaya ubah pengalaman burnout di New York menjadi brand skincare premium JUARA Beauty berbasis jamu Indonesia.
Metta Murdaya ubah pengalaman burnout di New York menjadi brand skincare premium JUARA Beauty berbasis jamu Indonesia.

Dari Burnout di New York, Metta Murdaya Lahirkan JUARA Beauty Berbasis Jamu Nusantara

XJABAR.COM – Di balik setiap produk skincare premium yang kini dikenal di pasar global, kadang tersimpan luka personal yang jauh lebih dalam dari sekadar inspirasi bisnis biasa. Bagi Metta Murdaya, pendiri JUARA Beauty, titik awal itu adalah kelelahan ekstrem di pertengahan usia dua puluhan — sebuah burnout yang justru menuntunnya kembali pada kearifan tradisi yang sempat ia anggap kuno.

Ketika Ambisi Besar Menggerus Kesehatan

Metta Murdaya menghabiskan awal kariernya di Amerika Serikat dalam ritme yang ia sendiri kemudian akui tidak berkelanjutan: ambisi besar, tekanan tinggi, dan waktu istirahat yang nyaris tidak ada.

Tubuh dan pikirannya akhirnya mulai “memberi sinyal” — kelelahan ekstrem dan stres berkepanjangan yang secara perlahan menggerus kesehatan sekaligus penampilannya. Dari titik itulah muncul pertanyaan yang mengubah segalanya.

“Waktu saya berada di usia pertengahan dua puluhan, saya merasa sedang mengejar karier, sangat stres, dan bekerja tanpa henti. Lalu suatu hari saya berpikir, untuk apa sebenarnya saya bekerja sekeras ini?” kata Metta saat ditemui di Kamar Solek, House of Tugu, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Pertanyaan itu bukan retorika — ia menjadi pemantik refleksi mendalam yang mendorong Metta mencari pendekatan perawatan diri yang lebih holistik, yang menggabungkan dimensi dari dalam dan dari luar secara bersamaan.

Mencari Produk Holistik di AS, Metta Justru Kembali ke Jamu

Ketika mulai aktif mencari produk perawatan diri berkualitas tinggi yang berpendekatan holistik di Amerika Serikat, Metta menemukan kenyataan yang mengejutkan: pilihan yang tersedia sangat terbatas. Ingatannya kemudian kembali pada tradisi jamu Nusantara yang tumbuh di lingkungan masa kecilnya.

Namun perjalanan itu tidak sesederhana nostalgia. Metta harus lebih dulu melewati satu hambatan internal yang mengakarnya pada cara pandang yang selama ini ia pegang.

“Dulu kita selalu menganggap bahwa budaya Barat itu yang terbaik. Jadi walaupun saya tahu tentang jamu, saya sempat mengecilkan nilainya dan menganggapnya kuno karena pengaruh Barat yang sangat kuat,” ungkapnya.

Paradigma itu runtuh ketika Metta menyadari bahwa kearifan lokal justru menyimpan jawaban yang selama ini ia cari di rak-rak apotek dan toko kecantikan Amerika.

JUARA Beauty: Lahir di New York, Berakar di Nusantara

Pada tahun 2014, Metta resmi mendirikan JUARA Beauty di New York City — sebuah lini perawatan kulit premium yang terinspirasi dari kekayaan botani Indonesia, termasuk bahan-bahan yang secara historis digunakan dalam pengobatan herbal tradisional dan ritual kecantikan kerajaan kuno Nusantara.

Pemilihan nama bukan keputusan sembarangan. “Namanya adalah JUARA, dan ini bukan semata-mata karena produknya yang juara, melainkan sebagai pengingat bagi diri kita sendiri bahwa kitalah yang juara,” tutur Metta.

Dari filosofi nama itulah seluruh identitas merek dibangun: bukan sekadar produk kecantikan, melainkan alat pemberdayaan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *