Lifestyle

Kisah Metta Murdaya Ubah Burnout Jadi Brand Skincare Jamu Global JUARA Beauty

12
×

Kisah Metta Murdaya Ubah Burnout Jadi Brand Skincare Jamu Global JUARA Beauty

Sebarkan artikel ini
Metta Murdaya ubah pengalaman burnout di New York menjadi brand skincare premium JUARA Beauty berbasis jamu Indonesia.
Metta Murdaya ubah pengalaman burnout di New York menjadi brand skincare premium JUARA Beauty berbasis jamu Indonesia.

Prinsip Preventif Jamu dalam Formula Global

Fondasi teknis JUARA Beauty dibangun di atas prinsip dasar jamu yang berorientasi pencegahan — jauh berbeda dari pendekatan perawatan kulit konvensional yang bersifat reaktif.

Bahan-bahan seperti kunyit, asam jawa, teh, beras, dan kemiri diformulasikan menjadi produk yang 100 persen vegetarian, bebas sulfat, dan bebas paraben. Filosofi preventif ini sendiri Metta jelaskan dengan analogi yang sederhana namun tepat.

“Kalau kita memikirkan jamu, itu tidak sama seperti obat pereda nyeri. Kita tidak menunggu sampai jatuh sakit baru meminumnya, melainkan meminumnya secara rutin untuk mencegah datangnya penyakit,” terangnya.

Prinsip yang sama ia terapkan pada perawatan kulit: bukan menunggu masalah muncul, melainkan membangun ketahanan sejak dini melalui rutinitas yang konsisten.

Tantangan Mengolah Rempah Menjadi Produk Kosmetik Berstandar

Perjalanan merealisasikan JUARA Beauty tidak bebas dari hambatan teknis. Mengolah bahan mentah alami agar memenuhi standar kosmetik internasional dan memiliki umur simpan yang aman adalah tantangan yang tidak bisa diselesaikan dengan intuisi semata.

Beruntung, Metta memiliki rekan seorang ahli kimia kosmetik yang membimbingnya melalui proses formulasi secara terukur dan profesional.

“Kita tidak bisa asal memetik daun atau rempah lalu langsung mengaplikasikannya ke kulit. Kalau membuat racikan segar di spa mungkin bisa, tetapi untuk perawatan kulit yang diproduksi di pabrik, harus ada umur simpannya,” kata Metta.

Kunyit, misalnya, memerlukan proses ekstraksi yang cermat. Bagian yang diambil murni hanya antioksidannya — sehingga efektif mencerahkan kulit tanpa meninggalkan noda kuning yang menjadi kekhawatiran umum pengguna.

Ritual Kecantikan Sebagai Terapi Mental Harian

Yang membedakan pendekatan Metta dari pendiri brand kecantikan lainnya adalah dimensi psikologis yang ia letakkan di jantung seluruh konsep JUARA Beauty.

Ia menyadari bahwa esensi dari tradisi jamu bukan sekadar tentang meracik atau mengonsumsi tanaman herbal — melainkan tentang gaya hidup preventif untuk menjaga keseimbangan diri secara utuh. “Filosofinya adalah hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari untuk menjaga diri kita tetap seimbang dan bahagia,” katanya.

Dari filosofi itulah Metta mengubah rutinitas merawat wajah di depan cermin — membersihkan kulit, mengoleskan pelembap — menjadi ritual pemulihan mental yang ia lakukan setiap hari. Sebuah cara untuk memberi batas yang jelas antara tekanan eksternal dan ketenangan internal.

“Dulu kita berpikir bahwa tubuh mengendalikan pikiran, padahal kenyataannya pikiranlah yang mengendalikan tubuh kita. Jika kondisi mental kita sedang tidak baik, fisik kita juga bisa ikut terganggu,” ujarnya.

Momen membuka dan menutup hari adalah dua waktu yang Metta anggap paling krusial. “Momen saat kita membuka dan menutup hari itu sangat penting bagi kesehatan dan pandangan mental kita. Waktu merawat kulit sebenarnya adalah momen ritual ajaib yang bisa dimanfaatkan untuk memulai serta mengakhiri hari dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *