Bahkan Beberapa hari sebelum meninggal, disebut masih dalam kondisi sehat saat berkunjung ke rumah keluarga di Surade. Namun saat dijenguk di RSUD Jampangkulon, kondisinya memprihatinkan dengan luka bakar di tubuhnya.
Operator SMPIT Darul Ma’arif, Sogirin, juga mengenang almarhum sebagai siswa yang baik dan disayangi banyak pihak. “Pesantren sempat memberikan keringanan biaya pendidikan, serta bantuan perlengkapan belajar karena melihat semangat dan kepribadiannya,” kata Sogirin.
Pihak pesantren berharap peristiwa yang menimpa santri tersebut dapat terungkap secara jelas. Mereka juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (Andi)





