Menurutnya, pendekatan yang terlalu ketat dalam membatasi makanan justru sering membuat seseorang sulit mempertahankan pola makan sehat dalam jangka panjang.
“Bukan berarti tidak boleh makan gorengan atau makanan manis. Tapi isi dulu tubuh dengan yang dibutuhkan. Kalau masih ingin, boleh ambil sedikit,” jelasnya.
Pendekatan yang lebih fleksibel ini dianggap lebih realistis dan mudah diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful Eating Jadi Kunci Pola Makan Sehat
Makan dengan kesadaran penuh
Selain memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, Laila juga menekankan pentingnya praktik mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh.
Mindful eating berarti seseorang benar-benar fokus pada makanan yang sedang dikonsumsi tanpa distraksi dari aktivitas lain, seperti menggunakan ponsel atau menonton televisi.
Dengan cara ini, tubuh dapat lebih peka terhadap rasa kenyang dan kebutuhan nutrisi yang sebenarnya.
Menurut Laila, kebiasaan makan sambil menggunakan gawai sering membuat seseorang tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.
Akibatnya, seseorang bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh.
Dengan membangun kebiasaan makan secara sadar, seseorang dapat lebih mudah mengontrol pola makan sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Waktu Terbaik Berolahraga Saat Puasa
Olahraga menjelang berbuka puasa
Selain pola makan, aktivitas fisik juga tetap penting selama bulan Ramadhan. Laila menjelaskan bahwa olahraga masih bisa dilakukan selama puasa asalkan waktu dan intensitasnya disesuaikan.
Salah satu waktu yang dianggap ideal untuk berolahraga adalah sekitar 30 hingga 45 menit sebelum waktu berbuka puasa.
Pada waktu tersebut, tubuh masih memiliki energi untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, dan risiko dehidrasi tidak terlalu lama karena segera disusul waktu berbuka.
Olahraga ringan seperti jalan cepat, yoga, atau pilates dapat menjadi pilihan yang aman untuk dilakukan menjelang waktu berbuka.
Alternatif waktu olahraga lainnya
Selain menjelang berbuka, olahraga juga bisa dilakukan pada pagi hari setelah sahur.
Pada waktu ini, tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan yang dikonsumsi saat sahur sehingga aktivitas fisik masih dapat dilakukan dengan cukup nyaman.
Alternatif lain adalah berolahraga setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah kembali mendapatkan asupan energi.
Namun, intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan agar tidak mengganggu proses pencernaan makanan.
Ramadan Bisa Menjadi Momentum Memulai Gaya Hidup Sehat
Aktivitas ringan untuk pemula
Bagi orang yang belum terbiasa berolahraga, Laila menilai bahwa bulan Ramadhan justru dapat menjadi momentum yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





