Salah seorang petani, Udin, menyebut mereka datang untuk mencari keadilan. Lahan itu telah lama menjadi sumber penghidupan keluarga dan diharapkan bisa diakui secara sah.
Ketua Umum KTC Achmad Suhaimi, mengapresiasi kehadiran petani. “Kehadiran pata petani ini murni dari kesadaran untuk memperjuangkan hak atas tanah yang selama ini mereka tanami,” ucapnya.
Suhaimi juga mendesak pemerintah dan Kementerian ATR/BPN menindak dugaan pelanggaran dalam penerbitan SHGB atas nama perusahaan pada 2023.





