XJABARA.COM – Lini bisnis Intel memasuki babak baru. Laporan keuangan kuartal pertama 2026 mencatat pendapatan USD 13,6 miliar — melampaui ekspektasi analis dan menandai momentum kebangkitan yang dipicu pergeseran struktural dalam ekosistem kecerdasan buatan.
Kenaikan tujuh persen secara tahunan itu bukan kebetulan. Industri teknologi global tengah mengalami transisi besar: fokus pengembangan AI bergerak dari pelatihan model terpusat yang selama ini mendominasi permintaan GPU, menuju proses inferensi dan sistem agen otonom yang beroperasi lebih dekat ke pengguna akhir.
Pergeseran ini menempatkan CPU — yang kerap dianggap sekadar komponen pendukung dalam infrastruktur AI — sebagai komponen strategis berikutnya.
CEO Intel Lip-Bu Tan menegaskan arah tersebut secara eksplisit. “Gelombang AI berikutnya akan membawa kecerdasan lebih dekat ke pengguna akhir, bergerak dari model dasar menuju inferensi hingga agentic. Pergeseran ini secara signifikan meningkatkan kebutuhan terhadap penawaran CPU, wafer, dan pengemasan mutakhir (advanced packaging) dari Intel,” kata Tan.
Bisnis data center Intel menjadi bukti paling konkret dari tren ini. Segmen tersebut mencetak pendapatan USD 5,1 miliar — jauh di atas proyeksi pasar USD 4,5 miliar. CPU yang menggerakkan server untuk beban kerja pelatihan dan inferensi menjadi tulang punggung lonjakan tersebut.
Tan juga mengungkap perubahan signifikan pada rasio komponen dalam sistem server modern. Jika sebelumnya satu CPU melayani delapan GPU (1:8), kini sistem AI kontemporer membutuhkan satu CPU untuk setiap empat GPU (1:4). Perubahan rasio ini secara langsung menggandakan permintaan terhadap prosesor Intel di setiap unit server yang dipasang.
Selain prosesor konvensional, Intel mendulang manfaat dari bisnis foundry-nya. CFO Intel David Zinsner menyebut teknologi advanced packaging — yang memungkinkan integrasi beberapa chip dalam satu sistem — kini menjadi motor utama pendapatan manufaktur mereka. Makin banyak chip yang digunakan per server, makin besar kontribusi segmen ini.
Intel sekaligus menaikkan panduan pendapatan kuartal berikutnya ke kisaran USD 13,8 miliar hingga USD 14,8 miliar. Proyeksi itu mencerminkan keyakinan manajemen bahwa permintaan yang ada bukan lonjakan sesaat.
Faktor eksternal ikut membentuk lintasan kebangkitan ini. Saham Intel dilaporkan melonjak hampir tiga kali lipat sejak Agustus lalu, ditutup di USD 66,78 pada sesi perdagangan Kamis. Kenaikan itu beriringan dengan pengungkapan kepemilikan 10 persen saham oleh pemerintahan Trump pada musim panas lalu.
Megaproyek Terafab garapan Elon Musk turut memperkuat posisi Intel. Perusahaan telah bergabung sebagai mitra strategis dalam proyek pabrik chip AI tersebut. Zinsner mengomentari kemitraan ini dengan antusias.
“Terafab sangatlah penting. Menerapkan cara kerja Elon Musk ke dalam bisnis foundry sangat menarik bagi kami. Kami pasti akan memintanya membantu kami memikirkan cara membuat pabrik (Fab) menjadi lebih ekonomis,” ujar Zinsner.
Di balik momentum operasional yang positif, Intel tetap mencatat rugi bersih USD 3,7 miliar pada kuartal ini. Kerugian itu berasal dari beban biaya satu waktu terkait kepemilikan saham di Mobileye dan pengaturan keuangan dengan investasi pemerintah — bukan dari operasional inti.
Jika pos-pos tersebut dikecualikan, Intel sejatinya meraup laba bersih USD 1,5 miliar atau 29 sen per saham.
Namun tantangan struktural tetap nyata. Intel masih tertinggal dari Nvidia dan AMD di segmen akselerator AI berkinerja tinggi — pasar yang justru tumbuh paling agresif saat ini. Permintaan chip PC, yang historis menjadi andalan pendapatan Intel, juga diproyeksikan tetap lesu akibat lonjakan biaya komponen di pasar global.
Kebangkitan ini nyata, tapi belum final.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




