Berita

SBNI Desak Stop Union Busting di Mayday 2026, Perlindungan Buruh Perempuan Jadi Sorotan

88
×

SBNI Desak Stop Union Busting di Mayday 2026, Perlindungan Buruh Perempuan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ketua SBNI Jabar R Yadi Suryadi (tengah duduk) sesaat sebelum orasi Mayday di Monas, Jakarta. (Ai Mulyani/Xjabar)
Ketua SBNI Jabar R Yadi Suryadi (tengah duduk) sesaat sebelum orasi Mayday di Monas, Jakarta. (Ai Mulyani/Xjabar)

Jakarta, XJABAR.COM – Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Jawa Barat, menuntut perlindungan terhadap buruh perempuan dan penghentian praktik union busting, dalam orasi peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday, di Monas, Jakarta.

Tuntutan tersebut menjadi sorotan utama dalam pernyataan sikap SBNI, selain upah layak, penghapusan outsourcing, serta penolakan sistem kontrak kerja berkepanjangan.

“Kami menutut upah layak untuk para pekerja, cabut aturan out sourcing dan kontrak seumur hidup, lindungi buruh perempuan dan stop Union Busting serta jaminan sosial yang manusiawi untuk buruh,” tegas Ketua SBNI Jabar R Yadi Suryadi, Jumat 1 Mei 2026, dalam orasinya di Monas.

Suryadi menilai, empat tuntutan tersebut sebagai hal krusial yang mesti terpenuhi. “Perlindungan terhadap buruh perempuan dan penghentian praktik union busting hal krusial yang harus segera dilakukan,” tandas Suryadi. Tuntutan tersebut menjadi sorotan utama dalam pernyataan sikap SBNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tim survei BMKG sesaat pelepasan ke Selat Sunda
Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menggelar Survei Meteo-Oseanografi Terpadu di Selat Sunda pada 14–25 September 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan ketepatan prakiraan cuaca laut sekaligus memperkuat keselamatan jalur pelayaran di perairan Indonesia.

angin kencang
Berita

Hantaman angin kencang melanda kawasan Kompleks Nusa Persada, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu 13 September 2026, sekitar pukul 13.00 Wib. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap.