Teknologi

Andrew Bosworth Tolak Opt-Out: Semua Klik dan Ketikan Karyawan Meta Direkam AI

13
×

Andrew Bosworth Tolak Opt-Out: Semua Klik dan Ketikan Karyawan Meta Direkam AI

Sebarkan artikel ini
Meta wajibkan rekaman penuh aktivitas komputer karyawan untuk latih AI — ketikan, klik, hingga layar monitor.
Meta wajibkan rekaman penuh aktivitas komputer karyawan untuk latih AI — ketikan, klik, hingga layar monitor.

Meta Pantau Total Aktivitas Komputer Karyawan untuk AI, Tanpa Opsi Keluar

XJABAR.COM – Meta memperketat pengawasan komputer seluruh karyawannya di Amerika Serikat untuk mengumpulkan data pelatihan sistem kecerdasan buatan — dan tidak ada satu pun pegawai yang bisa menolaknya.

Kebijakan kontroversial ini mencuat setelah laporan The New York Times mengungkap bahwa data yang dikumpulkan mencakup setiap ketikan, pergerakan mouse, klik, hingga rekaman penuh apa pun yang muncul di layar monitor karyawan.

Data Karyawan Jadi Bahan Baku AI Meta

Meta menyatakan kumpulan data ini sangat krusial untuk membantu sistem AI mempelajari cara manusia menyelesaikan tugas-tugas harian di komputer. Pengumpulan berlangsung dari laptop perusahaan milik staf Meta di Amerika Serikat.

Kebijakan ini sontak memantik gelombang protes di forum internal perusahaan. Para karyawan — terutama para insinyur — merasa tidak nyaman dengan tingkat pemantauan yang dianggap terlalu invasif.

“Ini membuat saya sangat tidak nyaman. Bagaimana cara kami untuk keluar (opt-out) dari kebijakan ini?” tulis salah satu manajer teknik di forum internal perusahaan.

Bosworth Tegaskan Tidak Ada Jalan Keluar

Respons Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, justru memperparah situasi. Ia menegaskan tidak ada pilihan bagi karyawan untuk menolak pemantauan di laptop korporat mereka.

Pernyataan tegas Bosworth itu dibanjiri ratusan emoji negatif dari para staf — sinyal yang jarang terjadi di forum internal perusahaan teknologi sebesar Meta.

Namun Bosworth bersikeras data tersebut dikendalikan dengan sangat ketat dan memiliki perlindungan khusus untuk konten sensitif. “Data ini tidak digunakan untuk tujuan lain dan tidak akan menjadi risiko kebocoran,” tulis Bosworth.

Token AI Jadi Metrik Performa Karyawan

Di saat yang sama, budaya kerja internal Meta tengah berubah drastis seiring ambisi Mark Zuckerberg mengejar superintelligence. Penggunaan alat AI kini diukur secara nyata melalui dashboard penggunaan “token” — satuan pemrosesan AI — yang menjadi salah satu indikator performa karyawan.

Tekanan ini menciptakan persaingan tidak sehat di antara staf. Sejumlah karyawan mulai membangun agen AI dalam jumlah besar semata-mata untuk mengotomatisasi tugas mereka dan mendongkrak angka di dashboard.

Fenomena yang lebih ironis pun muncul: agen AI digunakan untuk meninjau hasil kerja agen AI lainnya, demi meningkatkan angka penggunaan token yang terlihat di layar manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *