PHK 8.000 Karyawan Perparah Demoralisasi
Ketegangan internal semakin dalam karena kebijakan pemantauan ini beriringan dengan rencana pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Meta berencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya — setara sekitar 8.000 karyawan — pada bulan Mei ini.
Kepala sumber daya manusia Meta, Janelle Gale, menyebutkan pengurangan staf dilakukan untuk mengimbangi investasi besar-besaran perusahaan di bidang AI.
Kondisi ini memicu demoralisasi luas di kalangan karyawan. Mereka merasa secara tidak langsung sedang dipaksa membangun sistem yang pada akhirnya akan menggantikan peran mereka sendiri.
Zuckerberg: Ini Bukan untuk Mengawasi Individu
Dalam pertemuan tingkat perusahaan, Mark Zuckerberg membantah sistem pemantauan baru ini ditujukan untuk memata-matai kinerja individu.
Zuckerberg berdalih pengumpulan data ini murni untuk riset guna melihat “bagaimana orang-orang pintar menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas.” Ia menekankan bahwa bidang AI saat ini adalah salah satu medan persaingan paling sengit dalam sejarah industri teknologi.
Chief Financial Officer Meta, Susan Li, mengakui dalam sebuah panggilan investor bahwa perusahaan pun belum mengetahui berapa ukuran organisasi yang optimal di masa depan — di tengah pesatnya kemajuan kemampuan AI.
Pernyataan Li menegaskan satu hal yang kini menjadi kekhawatiran kolektif karyawan Meta: tidak ada yang tahu pasti seberapa banyak pekerjaan manusia yang akan tersisa setelah sistem AI yang mereka bangun sendiri selesai dilatih.
Artikel ini memuat informasi terkait kondisi ketenagakerjaan dan kebijakan perusahaan teknologi. Konten bersifat informatif berdasarkan laporan yang tersedia.
FAQ
Q: Data apa saja yang dikumpulkan Meta dari komputer karyawannya untuk melatih AI?
A: Meta mengumpulkan data yang mencakup setiap ketikan, pergerakan mouse, klik, dan rekaman penuh layar monitor karyawan di Amerika Serikat. Data ini diambil dari laptop perusahaan dan digunakan untuk melatih sistem AI agar bisa memahami cara manusia menyelesaikan tugas harian di komputer.
Q: Apakah karyawan Meta bisa menolak atau opt-out dari pemantauan komputer ini?
A: Tidak. CTO Meta Andrew Bosworth secara eksplisit menegaskan tidak ada opsi opt-out bagi karyawan di laptop korporat mereka. Pernyataan tersebut dibanjiri ratusan emoji negatif dari para staf di forum internal perusahaan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





