Satu dari Tiga Warga Jerman Dukung Robot Pembunuh yang Dikendalikan AI
XJABAR.COM – Satu dari tiga warga Jerman dukung robot pembunuh yang dikendalikan AI dalam konteks penggunaan sistem senjata otonom di medan perang. Temuan ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan oleh Politico pada Jumat, menyusul meningkatnya perdebatan global mengenai peran kecerdasan buatan (AI) dalam konflik bersenjata modern.
Survei tersebut menunjukkan 33 persen responden di Jerman menyatakan lebih memilih sistem senjata berbasis AI, meskipun proses pengambilan keputusannya tidak sepenuhnya transparan. Sementara itu, 47 persen responden berpendapat bahwa manusia tetap harus memegang kendali atas keputusan hidup dan mati di medan perang.
Hasil ini muncul di tengah upaya besar-besaran pemerintah Jerman untuk memperkuat militernya, dengan target menjadikan angkatan bersenjata negara tersebut sebagai salah satu kekuatan konvensional paling kuat di Eropa.
Bagaimana Survei Dilakukan?
Metodologi dan Waktu Pelaksanaan
Jajak pendapat tersebut dilakukan oleh perusahaan riset opini publik berbasis di London, Public First, atas nama Politico pada 6–9 Februari. Survei melibatkan setidaknya 2.000 responden dari Jerman, serta negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Prancis.
Metodologi survei dirancang untuk mengukur persepsi publik terhadap penggunaan sistem senjata otonom bertenaga AI, khususnya dalam situasi perang modern.
Perbandingan dengan Negara Lain
Menariknya, di negara-negara lain yang disurvei, tingkat dukungan terhadap senjata berbasis AI tidak melebihi 22 persen. Di sisi lain, mayoritas responden di AS, Inggris, Kanada, dan Prancis—sekitar 52 hingga 57 persen—menyatakan bahwa kendali manusia tetap harus dipertahankan dalam sistem persenjataan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa opini publik di Jerman cenderung lebih terbuka terhadap penggunaan AI dalam sistem militer dibandingkan negara-negara Barat lainnya yang turut disurvei.
Konteks Politik dan Militer Jerman
Ambisi Militer di Bawah Friedrich Merz
Temuan survei ini muncul di tengah kebijakan pertahanan yang lebih agresif di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz. Merz dilaporkan berupaya menjadikan militer Jerman sebagai “tentara konvensional terkuat di Eropa.”
Langkah tersebut mencakup peningkatan anggaran pertahanan dan pengadaan sistem persenjataan modern, termasuk kontrak senilai 900 juta euro (sekitar USD 1,05 miliar) untuk pembelian drone kamikaze.






