Menu yang dimasak pun disesuaikan dengan kondisi pasar. Bahan pangan yang melimpah dan berpotensi terbuang diprioritaskan untuk diolah. Adhitia juga mendorong diversifikasi pangan bergizi.
Bahan seperti labu siam atau waluh dinilai memiliki kandungan nutrisi baik, namun masih kurang diminati masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi langkah pencegahan stunting melalui pola konsumsi makanan yang seimbang dan beragam.
Founder Hareudang Bandung, Yoga Fauzan Renardi, menambahkan pentingnya perubahan perilaku dalam mengelola pangan agar tidak menghasilkan limbah berlebih. “Saya berharap masyarakat tidak hanya terampil memasak, tetapi juga bijak memanfaatkan bahan pangan secara optimal,” katanya. (*)





