Lifestyle

Arah Baru Liburan Imlek 2026, Turis China Beralih dari Jepang ke Asia Tenggara

94
×

Arah Baru Liburan Imlek 2026, Turis China Beralih dari Jepang ke Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Turis China diperkirakan akan melakukan perjalanan dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah selama libur Tahun Baru Imlek 2026
Turis China diperkirakan akan melakukan perjalanan dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah selama libur Tahun Baru Imlek 2026

Selain itu, wilayah administratif khusus China seperti Hong Kong dan Makau juga tetap menjadi pilihan populer, sementara destinasi jarak jauh seperti Australia dan Rusia mulai menunjukkan peningkatan minat.

Indonesia dan Bali Masuk Jajaran Destinasi Favorit

Indonesia, khususnya Bali, kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan bagi turis China. Data Tongcheng Travel per 12 Januari 2026 mencatat bahwa sekitar 50 persen dari 10 destinasi penerbangan internasional terpopuler berada di kawasan Asia Tenggara, dengan Bali termasuk dalam daftar teratas.

Kombinasi keindahan alam, infrastruktur pariwisata yang matang, serta citra sebagai destinasi aman dan ramah wisatawan menjadi faktor utama yang menarik minat turis China ke Indonesia.

Thailand Masih Teratas, Negara Lain Ikut Tumbuh

Thailand Pimpin Arus Keberangkatan

Menurut data Flight Master, Thailand saat ini menjadi destinasi internasional paling populer bagi wisatawan China selama libur Imlek 2026. Kota-kota seperti Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai mengalami lonjakan permintaan penerbangan yang signifikan.

Vietnam, Malaysia, dan Laos Catat Pertumbuhan Pesat

Selain Thailand, rute penerbangan ke Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Laos juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Negara-negara ini dinilai berhasil memanfaatkan momentum perubahan arah wisatawan China dengan meningkatkan promosi dan kapasitas penerbangan.

Jepang Alami Penurunan Tajam Wisatawan China

Lalu Lintas Penerbangan Anjlok Lebih dari 40 Persen

Di sisi lain, pasar Jepang mengalami penurunan drastis, dengan lalu lintas penerbangan dari China menurun hingga 43,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu oleh peringatan perjalanan resmi dari otoritas China yang dikeluarkan dua kali dalam waktu sepekan.

Pembatalan Massal Rute Penerbangan

Sejumlah maskapai China bahkan membatalkan seluruh layanan penerbangan di 49 rute menuju Jepang per 26 Januari 2026. Mengutip Channel News Asia, pembatalan tersebut mencakup 113 penerbangan antara Beijing Daxing dan Osaka Kansai, serta 13 penerbangan antara Shenzhen Bao’an dan Hokkaido.

Langkah ini mempertegas dampak serius dari kebijakan perjalanan China terhadap sektor pariwisata Jepang.

Penambahan Rute Baru untuk Mengakomodasi Permintaan

Maskapai China Tingkatkan Kapasitas Internasional

Untuk mengimbangi lonjakan permintaan ke destinasi non-Jepang, maskapai penerbangan China mempercepat pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan. China Eastern Airlines, misalnya, meningkatkan jadwal di lebih dari 50 rute internasional, dengan total lebih dari 2.800 penerbangan selama musim liburan Imlek.

Rute Baru Shanghai–Phu Quoc Jadi Sorotan

Salah satu rute baru yang menarik perhatian adalah Shanghai–Phu Quoc, yang mencerminkan meningkatnya minat wisatawan China terhadap destinasi pantai di Asia Tenggara. Selain itu, rute ke Hanoi, Singapura, Phuket, Bangkok, dan Chiang Mai juga terus diperkuat.

Kasus Keamanan Picu Peringatan Perjalanan ke Jepang

Perampokan Bernilai Miliaran Yen

Peringatan perjalanan ke Jepang diperkuat oleh dua kasus kriminal serius yang menimpa warga China di Tokyo. Pada 29 Januari 2026, sekelompok pelaku merampok koper berisi uang tunai sekitar 420 juta yen (sekitar Rp45,7 miliar) di Distrik Ueno, setelah korban disemprot cairan merica.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *