Seorang pengguna dengan akun @food.and.frolic menulis bahwa ia mencoba melakukan eksperimen serupa dan ChatGPT berhasil menebak warna pakaian yang sedang ia kenakan. Komentar tersebut semakin memperkuat narasi bahwa AI mungkin memiliki akses tersembunyi terhadap data visual pengguna.
Akun lain, @arianamasters, bahkan secara tegas menyatakan bahwa ChatGPT memang mengawasi pengguna, meskipun selalu mengelak ketika ditanya secara langsung.
Pandangan Skeptis dan Bernuansa Humor
Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang merespons dengan skeptis dan humor. Beberapa pengguna menilai kejadian tersebut sebagai kebetulan semata atau hasil dari pola pertanyaan yang mengarahkan AI pada jawaban tertentu.
Salah satu komentar menyebut bahwa ChatGPT hampir selalu menebak buah delima dalam situasi serupa, sehingga kemungkinan besar jawabannya tidak istimewa. Ada pula yang bercanda bahwa beberapa menit sebelum kejadian, Michael mungkin saja bertanya bagaimana cara mengupas buah delima, sehingga AI menggunakan konteks percakapan sebelumnya.
Pandangan ini menyoroti pentingnya memahami konteks percakapan dalam interaksi dengan AI, bukan hanya fokus pada satu potongan momen yang tampak mengejutkan.
Penjelasan Teknis: Bagaimana Sebenarnya Cara Kerja ChatGPT?
ChatGPT Tidak Memantau Kamera atau Mikrofon
Untuk memahami kasus ini secara objektif, penting melihat penjelasan resmi dari pihak pengembang. Berdasarkan kebijakan privasi OpenAI, ChatGPT tidak dirancang untuk memantau pengguna secara aktif. Artinya, AI ini tidak memiliki akses langsung ke kamera, mikrofon, atau aktivitas fisik pengguna, kecuali data tersebut memang secara eksplisit diberikan dalam bentuk teks atau gambar.
ChatGPT bekerja dengan menganalisis pola bahasa, konteks percakapan, serta probabilitas kata berdasarkan data pelatihan yang sangat besar. Ketika AI memberikan jawaban yang “terasa tepat”, hal tersebut sering kali merupakan hasil dari prediksi statistik, bukan pengamatan langsung.
Peran Kebetulan dan Konteks Percakapan
Dalam kasus Michael Cesaroni, ada kemungkinan besar bahwa ChatGPT menggunakan konteks percakapan sebelumnya, atau sekadar memberikan jawaban berdasarkan probabilitas makanan yang umum disebut dalam situasi santai. Buah delima, meskipun terdengar spesifik, tetap merupakan objek yang sering muncul dalam berbagai contoh teks dan percakapan.
Fenomena ini dikenal sebagai illusion of intelligence, di mana AI tampak sangat memahami situasi, padahal sebenarnya hanya memprediksi respons yang paling masuk akal secara statistik.
Isu Privasi dan Penyimpanan Data Pengguna
Data Percakapan Tetap Disimpan
Meskipun ChatGPT tidak memantau pengguna secara aktif, OpenAI mengakui bahwa data percakapan dapat disimpan untuk tujuan tertentu, seperti peningkatan layanan, keamanan sistem, dan pelatihan model. Hal ini dilakukan dengan standar perlindungan data tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengintip kehidupan pribadi pengguna.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





