Strategi ini menguntungkan produsen yang kuat di segmen premium, karena nilai jual perangkat menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar harga awal.
Samsung dan Apple Menangkap Perubahan Daya Beli
Samsung, meski harus turun ke posisi kedua secara global, masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 5% YoY dengan pangsa pasar 19%. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen tetap mempercayai merek dengan reputasi kualitas dan dukungan jangka panjang.
Nilai Merek Jadi Faktor Utama
Bagi konsumen, smartphone premium tidak lagi dipandang sebagai barang mewah semata, melainkan sebagai perangkat utama untuk bekerja, berkomunikasi, dan mengakses layanan digital. Faktor seperti kualitas kamera, pembaruan perangkat lunak, keamanan data, dan ekosistem menjadi alasan kuat untuk membayar lebih mahal di awal.
Apple dan Samsung berada di posisi menguntungkan karena telah lama membangun persepsi nilai tersebut.
Xiaomi dan Tantangan Segmen Harga Terjangkau
Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 13%, sedikit menurun dari 14% pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi merek yang selama ini identik dengan “value for money”.
HP Murah Tidak Lagi Jadi Pilihan Utama
Di banyak pasar, konsumen kelas menengah mulai menghindari smartphone murah yang harus diganti dalam waktu singkat. Kenaikan harga komponen dan biaya produksi juga membuat selisih harga antara kelas menengah dan premium semakin tipis, sehingga konsumen merasa lebih rasional untuk “sekalian naik kelas”.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




