Menurutnya, perubahan nama harus mempertimbangkan keberagaman masyarakat Jawa Barat, termasuk komunitas di wilayah Cirebon dan kawasan Sunda Betawi, agar tidak memicu gesekan sosial. Buky mengungkapkan, dirinya juga menerima berbagai tanggapan dari masyarakat.
Salah satunya datang dari tokoh Cirebon yang mengaitkan usulan perubahan nama dengan keinginan pembentukan Provinsi Cirebon Raya. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan ini memiliki dampak yang luas dan perlu dikaji secara mendalam.
Ia menegaskan, perjalanan usulan tersebut masih panjang. Meski nantinya mendapat persetujuan DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat.





