Lifestyle

Bukan Diet Ketat, dr. Gia Turun dari 100 Kg Hanya dengan Defisit Kalori

13
×

Bukan Diet Ketat, dr. Gia Turun dari 100 Kg Hanya dengan Defisit Kalori

Sebarkan artikel ini
dr. Gia Pratama ungkap pengalaman obesitas 100 kg dan tips defisit kalori di talkshow Kemenkes. Ini faktor penyebab obesitas dan cara dietnya yang berhasil.
dr. Gia Pratama ungkap pengalaman obesitas 100 kg dan tips defisit kalori di talkshow Kemenkes. Ini faktor penyebab obesitas dan cara dietnya yang berhasil.

Jantung dan Lambung yang Terbebani

Mayoritas orang, menurut dr. Gia, tidak menyadari bahwa asupan berlebih langsung membebani kinerja dua organ vital itu.

“Banyak yang tidak sadar, memberikan banyak asupan ke dalam mulut yang jantung tidak butuhkan, malah memperberat kinerja jantung. Begitupun dengan lambung, karena sensor kenyang kita ada di bagian kubahnya, jadi kalau dipaksa terus diisi makanan, lambung kita bisa turun memanjang ke bawah terus hingga akhirnya menjauh dari sensor kenyang yang menyebabkan akhirnya kita lapar terus,” tuturnya.

Tata Cara Makan yang Keliru

Kecepatan makan ternyata berdampak besar pada sinyal kenyang yang diterima otak.

“Cara makan yang tidak sadar, makan harus pelan-pelan, jangan tidak dikunyah langsung telan, karena organ paling keras di diri kita hanya gigi jadi usahakan makan dikunyah dulu, biar lambung gak kerja terlalu keras, dengan ngunyah pelan-pelan, dinikmati jadi rasa kenyang bisa muncul,” ungkapnya.

Faktor Hormon Tiroid

Hormon tiroid turut menentukan kecenderungan seseorang mengalami obesitas atau tidak. Kadar tiroid yang normal atau berlebih akan membantu tubuh membakar kalori lebih efisien, sebaliknya kekurangan tiroid membuat tubuh sulit mengolah kalori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *