Jantung dan Lambung yang Terbebani
Mayoritas orang, menurut dr. Gia, tidak menyadari bahwa asupan berlebih langsung membebani kinerja dua organ vital itu.
“Banyak yang tidak sadar, memberikan banyak asupan ke dalam mulut yang jantung tidak butuhkan, malah memperberat kinerja jantung. Begitupun dengan lambung, karena sensor kenyang kita ada di bagian kubahnya, jadi kalau dipaksa terus diisi makanan, lambung kita bisa turun memanjang ke bawah terus hingga akhirnya menjauh dari sensor kenyang yang menyebabkan akhirnya kita lapar terus,” tuturnya.
Tata Cara Makan yang Keliru
Kecepatan makan ternyata berdampak besar pada sinyal kenyang yang diterima otak.
“Cara makan yang tidak sadar, makan harus pelan-pelan, jangan tidak dikunyah langsung telan, karena organ paling keras di diri kita hanya gigi jadi usahakan makan dikunyah dulu, biar lambung gak kerja terlalu keras, dengan ngunyah pelan-pelan, dinikmati jadi rasa kenyang bisa muncul,” ungkapnya.
Faktor Hormon Tiroid
Hormon tiroid turut menentukan kecenderungan seseorang mengalami obesitas atau tidak. Kadar tiroid yang normal atau berlebih akan membantu tubuh membakar kalori lebih efisien, sebaliknya kekurangan tiroid membuat tubuh sulit mengolah kalori.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





