Psikolog UNC: Membandingkan Diri di Media Sosial Bisa Rusak Kesehatan Mental
XJABAR.COM – Kebiasaan membandingkan pencapaian pribadi dengan orang lain di media sosial berisiko merusak kesehatan mental jika dilakukan terus-menerus tanpa kesadaran diri — demikian peringatan dari pakar psikologi dan neurosains internasional.
Keith Payne, Ph.D., profesor psikologi dan neurosains dari University of North Carolina at Chapel Hill, menjelaskan fenomena ini sebagai respons alami manusia yang diperkuat secara signifikan oleh konteks lingkungan digital.
Mengapa Perbandingan Sosial Terasa Lebih Menyakitkan di Era Digital
Kesehatan mental seseorang berisiko lebih tinggi terganggu saat melihat kesuksesan finansial atau karier orang lain, terutama ketika kondisi emosional sedang tidak stabil.
Fenomena ini sering memicu perasaan tertinggal yang intens, khususnya ketika melihat teman atau rekan kerja yang tampak menjalani kehidupan sempurna di layar media sosial.
Payne menegaskan bahwa tindakan membandingkan diri memiliki sifat situasional — artinya, bukan perbandingan itu sendiri yang selalu berbahaya, melainkan kondisi saat perbandingan itu terjadi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





