Teknologi

Jensen Huang Akui Pasar Nvidia di China Jadi 0%, Kritik Kebijakan Ekspor AS

10
×

Jensen Huang Akui Pasar Nvidia di China Jadi 0%, Kritik Kebijakan Ekspor AS

Sebarkan artikel ini
Jensen Huang konfirmasi pangsa pasar Nvidia di akselerator AI China jatuh ke 0% usai kebijakan ekspor AS, dari posisi dominan 66% pada 2024.
Jensen Huang konfirmasi pangsa pasar Nvidia di akselerator AI China jatuh ke 0% usai kebijakan ekspor AS, dari posisi dominan 66% pada 2024.

Nvidia Nol Persen di China: Jensen Huang Kritik Keras Kebijakan Ekspor AS

XJABAR.COM – CEO Nvidia Jensen Huang mengonfirmasi bahwa pangsa pasar perusahaannya di pasar akselerator AI China telah anjlok ke titik nol — sebuah pembalikan dramatis dari posisi dominan yang dipegang Nvidia hanya dua tahun silam.

Dari Dominan ke Nol dalam Dua Tahun

Dua tahun lalu, Nvidia menguasai porsi terbesar pasar akselerator AI di Tiongkok. Kini situasinya berbalik total.

Huang berbicara blak-blakan dalam wawancara dengan Special Competitive Studies Project, inisiatif bipartisan para anggota Kongres AS yang berfokus pada daya saing jangka panjang Amerika Serikat.

“Di China, kita sekarang telah jatuh ke titik nol,” ujar Huang.

Pernyataan itu bukan sekadar pengakuan bisnis biasa. Ini kritik terbuka dari salah satu eksekutif teknologi paling berpengaruh di dunia terhadap kebijakan ekspor pemerintah AS sendiri.

Kebijakan Ekspor AS Disebut Bumerang

Huang tak berhenti di situ. Penilaiannya jauh lebih tajam dari sekadar laporan kerugian bisnis.

“Menyerahkan seluruh pasar sebesar China mungkin tidak masuk akal secara strategis, jadi saya pikir itu sebagian besar telah menjadi bumerang. Mungkin masuk akal pada saat itu, tetapi saya pikir kebijakan tersebut benar-benar perlu dinamis dan perlu mengikuti perkembangan zaman. Saya pikir cukup aman untuk mengatakan bahwa kehadiran perusahaan chip Amerika dan perusahaan lain di China sangat masuk akal.”

Sebelumnya, analis dari Bernstein memperkirakan pangsa pasar GPU AI Nvidia di Tiongkok berpotensi merosot dari 66% pada 2024 menjadi sekitar 8% dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi itu ternyata masih terlalu optimistis dibandingkan realitas yang diungkap Huang secara langsung.

Penurunan terjadi akibat dua tekanan simultan: pembatasan ekspor yang dikeluarkan Washington, dan percepatan adopsi perangkat keras AI dari vendor domestik Tiongkok yang bergerak memenuhi hingga 80% kebutuhan pasar lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *