“Hormon tiroid yang kebanyakan, umpamanya apinya kebesaran, jadi jantung berdebar, keringetan, gak bisa gemuk, akan terus kurus. Makan apapun terbakar oleh hormon ini,” jelasnya.
“Sebaliknya hipotiroid, umpamanya apinya kekecilan, jadi makan apapun tidak terbakar oleh tubuh, langsung lemah, jadinya mudah gemuk padahal gak makan sama sekali. Oleh karenanya perlu kita periksa apakah kadar hormon tiroid kita normal, biar kita tahu ada masalah hormonal atau tidak,” sambungnya.
Diet dr. Gia: Defisit Kalori, Bukan Puasa Nutrisi
dr. Gia menegaskan tidak menjalani metode diet yang rumit atau spesifik. Rahasianya hanya satu: defisit kalori, dilakukan secara konsisten.
“Aku yakin kalau menggemuk itu tidak dalam sehari, berarti untuk turun berat badan juga tidak dalam sehari, jadi butuh proses,” ungkapnya.
Ia membedakan secara tegas antara kalori kosong dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
“Tidak ada jenis spesifik diet yang aku lakukan, cuma defisit kalori, aku tidak puasa nutrisi, tapi puasa kalori, jadi menghindari makanan yang tinggi kalori tapi nggak ada nutrisinya, nggak ada vitaminnya, nggak ada mineralnya. Contohnya apa? Maaf gorengan, seblak, ada nggak vitamin dan mineral? Tetapi tetap kita konsumsi, ini yang saya kurangi, bukan nutrisi tapi kalorinya saja,” katanya.
Artikel ini memuat informasi kesehatan dari tenaga medis dalam konteks talkshow. Untuk kondisi medis spesifik seperti obesitas, diabetes, atau gangguan tiroid, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang menangani Anda secara langsung.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





