Berita

Yang Diketahui soal Dua Pria Ditangkap Usai Lakukan Onani di Transjakarta

114
×

Yang Diketahui soal Dua Pria Ditangkap Usai Lakukan Onani di Transjakarta

Sebarkan artikel ini
Yang Diketahui soal Dua Pria Ditangkap Usai Lakukan Onani di Transjakarta
Yang Diketahui soal Dua Pria Ditangkap Usai Lakukan Onani di Transjakarta

Yang Diketahui soal Dua Pria Ditangkap Usai Lakukan Onani di Transjakarta

XJABAR – Dua pria ditangkap polisi setelah diduga melakukan onani di dalam bus Transjakarta hingga memicu kemarahan penumpang dan viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di salah satu armada Transjakarta koridor IA ini menimbulkan keprihatinan publik sekaligus kembali menyoroti pentingnya keamanan serta kenyamanan di transportasi umum, khususnya bagi penumpang perempuan.

Kejadian tersebut berlangsung pada jam sibuk sore hari, saat bus dalam kondisi padat penumpang. Aksi tidak senonoh yang dilakukan pelaku diketahui oleh penumpang lain setelah muncul kejanggalan yang kemudian memicu reaksi spontan di dalam bus. Beberapa penumpang merekam wajah pelaku sebagai bentuk dokumentasi dan bukti, sembari meminta petugas segera mengambil tindakan tegas. Video dan informasi terkait kejadian ini pun dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Aksi Tak Senonoh Terjadi di Bus Transjakarta Koridor IA

Insiden ini diketahui terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026, di bus Transjakarta koridor IA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, suasana bus saat kejadian berlangsung terbilang ramai. Para penumpang berdiri berdesakan ketika dua pria tersebut diduga melakukan tindakan masturbasi di dalam kendaraan umum tersebut.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan pelaku telah memenuhi unsur pidana sehingga petugas Transjakarta tidak menunda untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Respons Resmi Transjakarta atas Insiden Asusila

Menurut Tjahyadi, Transjakarta sangat menyayangkan kejadian ini karena bertentangan dengan prinsip pelayanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan beradab. Pihaknya memastikan bahwa seluruh petugas di lapangan telah bertindak sesuai prosedur dengan mengamankan pelaku dan mencegah situasi menjadi lebih buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *