Meski demikian, Herman menekankan tantangan utama ke depan adalah menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Berdasarkan data BPS November 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jabar tercatat 6,66 persen, sedangkan angka kemiskinan 6,78 persen.
Pemerintah menargetkan penurunan minimal 0,5 hingga 1 persen per tahun.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Jabar Sugianto Nangolah menilai peningkatan kapasitas SDM dan produktivitas tata kelola pembangunan harus didorong melalui kebijakan yang inovatif dan transformatif. Ia menekankan pentingnya sinergi perencanaan berbasis data dan indikator kinerja yang jelas agar program pembangunan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (*)





