Teknologi

Elon Musk Dukung Larangan Militer Pakai AI Anthropic, Grok Jadi Alternatif

81
×

Elon Musk Dukung Larangan Militer Pakai AI Anthropic, Grok Jadi Alternatif

Sebarkan artikel ini
Elon Musk secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap larangan penggunaan AI buatan Anthropic di lingkungan militer Amerika Serikat
Elon Musk secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap larangan penggunaan AI buatan Anthropic di lingkungan militer Amerika Serikat

Sebelumnya, Musk pernah menulis bahwa “Anthropic membenci Peradaban Barat.” Beberapa minggu lalu, ia bahkan menyebut AI perusahaan itu secara eksplisit sebagai “misantropis dan jahat.” Serangan tidak berhenti di level perusahaan — Musk juga secara pribadi menyerang Amanda Askell, filsuf Anthropic yang berperan dalam membentuk kerangka etika Claude.

Latar Belakang: Pentagon Beri Label ‘Risiko Rantai Pasokan’

Di balik pernyataan Musk, ada konflik yang lebih besar dan lebih dalam antara Anthropic dengan pemerintah federal Amerika Serikat. Bulan lalu, Departemen Perang AS menetapkan Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan” — sebuah label yang secara historis hanya pernah diterapkan pada perusahaan asing, bukan entitas domestik Amerika.

Pangkal konflik ini bersumber dari penolakan Anthropic terhadap ultimatum Pentagon. Departemen Perang menuntut akses penuh dan tanpa batasan terhadap alat AI Claude untuk keperluan militer. Anthropic menolak permintaan tersebut dengan alasan kekhawatiran etis yang mendasar, khususnya terkait potensi penggunaan Claude untuk pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom sepenuhnya.

Penolakan itu memicu eskalasi. Presiden Donald Trump turun langsung merespons lewat platform Truth Social dengan pernyataan yang tidak main-main.

“AMERIKA SERIKAT TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN PERUSAHAAN RADIKAL KIRI YANG SOK KRITIS UNTUK MENDIKTE BAGAIMANA MILITER KITA YANG HEBAT BERPERANG DAN MEMENANGKAN PERANG!” tulis Trump dengan seluruh huruf kapital dalam unggahan tersebut.

Anthropic Gugat Pentagon, Hakim Berpihak pada Perusahaan AI

Anthropic tidak diam. Perusahaan yang didirikan Dario Amodei dan Daniela Amodei itu menantang langkah Pentagon melalui jalur hukum dengan mengajukan gugatan resmi.

Hasilnya mengejutkan. Pada 26 Maret, Hakim Distrik AS Rita Lin mengabulkan permintaan Anthropic. Hakim Lin tidak sekadar memenangkan gugatan — ia juga secara terbuka mengkritik tindakan pemerintah dalam putusannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *