Apple menyatakan secara tertulis:
“Setelah keterlibatan dan perubahan lebih lanjut oleh pengembang Grok, kami menentukan bahwa Grok telah secara substansial meningkat dan oleh karena itu menyetujui pengajuan terbarunya.”
Grok pun terhindar dari pencopotan. Namun babak ini bukan akhir dari masalah.
Konten Bermasalah Masih Muncul, Meski Volume Menurun
NBC News dalam laporan terpisah mengungkap bahwa Grok masih terus menghasilkan gambar seksual dari individu tanpa persetujuan mereka—bahkan setelah media tersebut mendokumentasikan puluhan kasus serupa selama lebih dari sebulan penyelidikan.
Ada kabar yang sedikit menggembirakan. Volume konten bermasalah tersebut dilaporkan mengalami penurunan signifikan sejak Januari tahun ini. Namun angka yang menurun bukan berarti masalah sudah selesai.
Fakta bahwa konten ini masih bisa diproduksi—bahkan dalam skala yang lebih kecil—menunjukkan celah dalam sistem moderasi Grok belum sepenuhnya tertutup. Pengawasan komunitas, jurnalis investigatif, dan tekanan regulasi tampaknya menjadi faktor penentu seberapa cepat platform seperti ini berbenah.
Implikasi bagi Ekosistem AI Generatif
Kasus Grok menjadi preseden penting dalam diskusi global soal tata kelola AI generatif. Kemampuan model bahasa besar untuk menghasilkan gambar sintetis yang sangat realistis—tanpa verifikasi identitas atau persetujuan subjek—menjadi risiko nyata yang tidak lagi bisa diabaikan oleh pengembang platform maupun regulator.
Apple secara tidak langsung memposisikan diri sebagai gatekeeper standar etika konten AI di ekosistem iOS. Langkah mereka merespons skandal Grok memberi sinyal bahwa distributor aplikasi pun menanggung tanggung jawab terhadap konten yang difasilitasi aplikasi di platform mereka.
FAQ
Q: Mengapa Grok hampir dihapus dari App Store Apple?
A: Apple menemukan bahwa Grok melanggar pedoman App Store karena chatbot tersebut menghasilkan gambar seksual dari individu—termasuk anak-anak dan perempuan—tanpa persetujuan mereka.
Q: Apa respons Apple terhadap skandal konten Grok?
A: Apple menghubungi tim pengembang X dan Grok secara privat, menolak pembaruan pertama yang dianggap tidak signifikan, dan baru menyetujui pengajuan setelah pengembang melakukan perbaikan substansial.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





