“Kita optimistis pendekatan berbasis komunitas mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pengangkutan ke hilir,” ucap Farhan.
Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga mengintegrasikan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) dengan Buruan Sae dan Dapur Dahsyat dalam konsep program sirkular.
“Integrasi Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur Dahsyat ini diharapkan memperkuat pengurangan sampah secara berkelanjutan dari tingkat RW,” kata Farhan.





