Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), memperluas cakupan pelayanan, serta mempercepat proses pengolahan sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Tak berhenti di situ, Pemkab Karawang juga telah menyiapkan usulan pengembangan program ISWMP untuk tahun 2027. Rencana tersebut mencakup peningkatan kapasitas TPST Mekarjati dan TPST Cirejag menjadi 40 ton per hari melalui pembangunan hanggar baru, penambahan arm roll, hingga penguatan sarana pengolahan RDF berupa mesin pencacah halus.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Karawang menuju konsep yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui kunjungan lapangan ini, Pemkab Karawang berharap tim World Bank dapat melihat secara langsung kesiapan daerah dalam menjalankan program ISWMP sekaligus mendukung percepatan pembangunan sektor persampahan di wilayah tersebut.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan World Bank, Karawang optimistis mampu mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik serta menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)






