“Kalau dulu orang hidup dalam keluarga besar sehingga rumah menjadi penting. Sekarang keluarga lebih kecil, mobilitas tinggi, jadi kebutuhan tempat tinggal juga berubah,” jelasnya.
Generasi terdahulu membutuhkan rumah luas karena harus menampung banyak anggota keluarga lintas generasi. Generasi kini, dengan ukuran keluarga yang lebih kecil dan mobilitas yang jauh lebih tinggi, justru mencari hunian yang ringan, fleksibel, dan tidak mengikat jangka panjang.
Pengalaman Hidup Lebih Berharga daripada Kepemilikan Aset
Salah satu ciri khas Milenial dan Gen Z yang paling sering disebut para pengamat sosial adalah kecenderungan mengutamakan pengalaman di atas kepemilikan. Pengeluaran generasi ini lebih banyak mengalir ke aktivitas seperti traveling, hiburan, kuliner, hingga kegiatan sosial dan komunitas.
“Kalau punya uang, mereka cenderung memilih traveling atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda,” ujar Prasodjo.
Pernyataan itu penting untuk digarisbawahi. Prasodjo secara eksplisit menegaskan bahwa pilihan ini bukan cerminan ketidakmampuan finansial — melainkan pergeseran nilai yang disengaja dan disadari penuh oleh generasi muda.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





