Pihak keluarga menyebut Oneng sempat bekerja di Kuwait selama tiga tahun dan mengalami penyiksaan. Setelah itu, ia menikah dengan seorang pria berkewarganegaraan Mesir. Selama berada di luar negeri, Oneng juga disebut tidak menerima gaji sehingga tidak memiliki biaya untuk kembali ke Tanah Air.
Anak Oneng, Eka Kania, mengungkapkan sang ibu terus menangis dan memohon agar dapat dipulangkan. Menurutnya, kepulangan Oneng terkendala persoalan paspor dan visa. Eka berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi proses pemulangan ibunya setelah 25 tahun terpisah dari keluarga. (*)





