Lifestyle

Psikolog ECED: Fondasi Anak Dibangun dari Relasi Hangat, Bukan Mainan Edukatif

11
×

Psikolog ECED: Fondasi Anak Dibangun dari Relasi Hangat, Bukan Mainan Edukatif

Sebarkan artikel ini
Psikolog ECED ungkap kunci fondasi anak: bukan mainan mahal, tapi relasi hangat, lingkungan eksplorasi, dan kehadiran utuh orang dewasa di 1.000 HPK.
Psikolog ECED ungkap kunci fondasi anak: bukan mainan mahal, tapi relasi hangat, lingkungan eksplorasi, dan kehadiran utuh orang dewasa di 1.000 HPK.

Endang, yang juga merupakan praktisi mindfulness dari Universitas Yarsi, menegaskan perspektif berbeda.

“Oleh karena itu, fase ini tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan dasar. Fase ini adalah jendela krusial untuk memupuk kemampuan anak, yang sangat menentukan kapabilitasnya di jangka panjang,” ujar Endang dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Dari perspektif psikologi perkembangan, pengalaman anak pada masa awal kehidupan membentuk keterampilan fondasi yang meliputi regulasi emosi, perhatian, rasa ingin tahu, kemampuan sosial, dan kepercayaan diri—dasar dari seluruh proses belajar di kemudian hari.

“Relasi yang hangat, tanggapan yang empatis dan suportif, kepekaan terhadap kebutuhan, serta lingkungan yang aman dan memberi ruang eksplorasi menjadi faktor kunci,” kata Endang.

Ketika fondasi ini rapuh, dampaknya tidak langsung terlihat—tetapi akan muncul kemudian dalam bentuk kesulitan mengelola emosi, rendahnya ketahanan belajar, dan terbatasnya kesiapan sosial. “Persoalan yang tampak personal ini bisa berkembang menjadi isu kolektif yang memengaruhi kualitas SDM secara luas,” tegasnya.

Lingkungan sebagai “Guru Ketiga”

Endang merujuk pada dua kerangka ilmiah yang menjadi fondasi pemahamannya: ekologi perkembangan Urie Bronfenbrenner dan pendekatan Reggio Emilia.

Dalam kerangka Bronfenbrenner, perkembangan anak terjadi dalam sistem yang saling terhubung—dari keluarga dan sekolah hingga konteks sosial yang lebih luas. Keterampilan fondasi terbentuk melalui interaksi berulang antara anak dan seluruh lingkungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *