Rangkaian acara juga diisi upacara adat Mapag Tamu, tarian Natya Dance Community, kawih Sunda, dan sisindiran.
Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pewaris, tetapi juga pelaku dan kreator budaya.
Teknologi digital pun dapat dimanfaatkan untuk membuat konten berbahasa Sunda, mengenalkan kesenian tradisional, dan menyebarkan nilai budaya melalui media sosial.
Semarak Budaya 2026 menegaskan bahwa melestarikan budaya Sunda bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru, budaya dapat terus hidup ketika generasi muda mampu mengemasnya melalui kreativitas dan teknologi. (*)





