Pembangunan Berbasis Data & Visi 2045
Kritik tajam juga ditujukan pada pola pembangunan yang dinilai seragam. Karakteristik tiap wilayah, seperti Lembang, Padalarang, Cililin, hingga Rongga — memiliki dinamika dan kebutuhan yang sangat berbeda.
“Pembangunan harus berbasis data dan peta jalan di tiap desa atau kecamatan, bukan bikin program dulu baru cari pembenaran. KBB kaya potensi, jangan sampai miskin gagasan,” ujarnya.
Isak mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera menyusun Visi KBB 2045. Arah pembangunan jangka panjang ini harus konsisten dan melampaui siklus kepemimpinan lima tahunan.
Bagi Isak, tolok ukur keberhasilan daerah ini sederhana: kesejahteraan rakyat yang meningkat, masa depan anak muda yang terjamin, penguatan ekonomi desa, serta birokrasi yang makin bersih dan profesional. (*)





