Teknologi

21 Pekerjaan yang Diprediksi Hilang pada 2030 Akibat Gelombang Otomatisasi AI

44
×

21 Pekerjaan yang Diprediksi Hilang pada 2030 Akibat Gelombang Otomatisasi AI

Sebarkan artikel ini
WEF dan McKinsey prediksi 92 juta pekerjaan hilang pada 2030 akibat AI.
WEF dan McKinsey prediksi 92 juta pekerjaan hilang pada 2030 akibat AI.

XJABAR.COM – Kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah wajah dunia kerja secara mendasar, dan jutaan posisi pekerjaan diperkirakan tidak akan bertahan melewati 2030. Dua lembaga riset kelas dunia—World Economic Forum dan McKinsey Global Institute—telah merilis angka yang sulit diabaikan.

Angka yang Mengejutkan dari WEF dan McKinsey

Laporan Future of Jobs 2025 yang diterbitkan World Economic Forum memproyeksikan sekitar 92 juta pekerjaan—atau setara 8% dari total pekerjaan global—akan lenyap pada 2030. Angka ini bukan prediksi spekulatif. Ini adalah hasil analisis komprehensif terhadap tren otomatisasi, adopsi AI, dan pergeseran struktur industri di seluruh dunia.

McKinsey Global Institute mempertegas proyeksi tersebut dengan cakupan yang lebih spesifik. Riset mereka menyebut otomatisasi berpotensi menggeser hingga 12 juta pekerja di Amerika Serikat dan Eropa dalam rentang lima tahun ke depan. Dua kawasan dengan pasar tenaga kerja paling matang di dunia pun tidak kebal.

Pekerjaan Repetitif: Paling Rentan Digantikan Mesin

Ada pola yang konsisten dalam hampir semua studi tentang dampak AI terhadap pekerjaan: posisi yang bersifat repetitif, mudah diprediksi, dan berbasis pengolahan data adalah yang paling berisiko hilang lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *