Teknologi

Pentagon Kontrak Gemini Google untuk Militer, Anthropic Pilih Jalan Hukum

13
×

Pentagon Kontrak Gemini Google untuk Militer, Anthropic Pilih Jalan Hukum

Sebarkan artikel ini
Pentagon kontrak Gemini Google untuk jaringan militer rahasia AS, abaikan protes karyawan. Anthropic yang menolak kontrak serupa kini gugat Departemen Pertahanan.
Pentagon kontrak Gemini Google untuk jaringan militer rahasia AS, abaikan protes karyawan. Anthropic yang menolak kontrak serupa kini gugat Departemen Pertahanan.

Gemini Resmi Masuk Jaringan Militer AS, Anthropic Gugat Pentagon

XJABAR.COM – Pentagon resmi menggandeng Google untuk menggunakan AI Gemini di jaringan militer rahasia AS, mengabaikan protes ratusan karyawan perusahaan — sementara Anthropic yang menolak kontrak serupa kini menggugat Departemen Pertahanan AS di pengadilan.

Google Konfirmasi, Protes Ratusan Karyawan Tidak Digubris

Langkah protes dari ratusan karyawan Google tidak membuahkan hasil. Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon dilaporkan telah mencapai kesepakatan resmi dengan Google untuk menggunakan sistem kecerdasan buatan Gemini di jaringan rahasia militer mereka.

Informasi ini diungkap oleh seorang pejabat AS anonim yang mengetahui detail kesepakatan tersebut. Meski isi pasti dan rincian kontraknya masih dirahasiakan, keberadaan kesepakatan ini tidak dibantah oleh pihak manapun.

Juru bicara Google, Kate Dreyer, tidak mengonfirmasi maupun menyangkal rincian spesifik kontrak rahasia tersebut. Ia justru menegaskan posisi perusahaan secara terbuka.

“Kami bangga menjadi bagian dari konsorsium luas yang terdiri dari laboratorium AI terkemuka serta perusahaan teknologi dan cloud yang menyediakan layanan infrastruktur AI untuk mendukung keamanan nasional,” ujar Dreyer.

Dreyer juga menambahkan bahwa Google tetap berpegang pada konsensus bahwa AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal domestik atau persenjataan otonom tanpa adanya pengawasan manusia yang tepat. Pernyataan itu bersifat prinsipil, namun tidak merinci bagaimana mekanisme pengawasan tersebut diterapkan dalam kontrak militer yang bersifat tertutup.

Ambisi Pete Hegseth: Militer AS Serba AI

Kesepakatan ini semakin mengukuhkan ambisi Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang bertekad mengubah militer AS menjadi pasukan yang mengutamakan AI dalam setiap lini operasionalnya.

Langkah keras Pentagon itu sebenarnya bukan kejutan. Michael Horowitz, mantan pejabat senior pertahanan yang kini menjadi profesor di University of Pennsylvania, mencatat bahwa sistem AI Google sebelumnya sudah digunakan di sistem publik — sebuah preseden yang memperlancar jalan menuju jaringan rahasia militer.

Departemen Pertahanan AS memang telah lama merangkul teknologi AI dalam berbagai lini: mulai dari menganalisis rekaman drone saat melawan ISIS, merampingkan logistik dan rantai pasok militer, hingga secara aktif menggunakan AI untuk dukungan penargetan intelijen dalam perang dengan Iran saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *