Drama Pentagon vs Anthropic: Dari Penolakan ke Meja Pengadilan
Kesepakatan Google-Pentagon terjadi di tengah upaya agresif Departemen Pertahanan dalam beberapa bulan terakhir untuk menegosiasikan kontrak baru dengan empat raksasa AI Amerika sekaligus. Pentagon ingin memasukkan klausul yang mengizinkan “segala penggunaan yang sah” atas sistem AI tersebut — rumusan yang sengaja dibuat luas dan sulit dibantah.
Klausul sapu jagat itulah yang memicu konfrontasi paling keras dengan Anthropic. CEO Anthropic, Dario Amodei, menuntut jaminan kuat dari Pentagon bahwa model AI mereka tidak akan disalahgunakan untuk keperluan di luar batas etis yang ditetapkan perusahaan.
Penolakan itu berbuah mahal. Menteri Hegseth langsung melabeli Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional” — sebutan yang lazimnya hanya ditujukan untuk negara musuh, bukan perusahaan teknologi domestik yang berdiri di tanah Amerika sendiri.
Eskalasi memuncak pada akhir Februari lalu. Presiden Donald Trump turun tangan secara langsung, melarang seluruh lembaga federal menggunakan produk Anthropic. Buntutnya, Anthropic kini tengah menggugat Departemen Pertahanan AS di pengadilan — langkah hukum yang belum pernah ditempuh perusahaan AI mana pun dalam konflik serupa sebelumnya.
OpenAI Revisi Kontrak Setelah Tekanan Publik
OpenAI, yang juga sudah menyepakati kontrak serupa dengan Pentagon, mengambil jalur yang berbeda dari Anthropic — namun tetap mendapat tekanan eksternal yang signifikan.
Setelah diprotes publik, CEO Sam Altman terpaksa merevisi ulang bahasa dalam kesepakatan mereka. Klausul yang diubah menegaskan bahwa layanan OpenAI tidak digunakan secara sengaja untuk pengawasan domestik terhadap warga negara AS. Revisi itu bukan inisiatif internal, melainkan respons langsung terhadap gelombang kritik yang datang dari luar perusahaan.
Pakar Keamanan: Jaminan Kontrak Sering Berbeda dari Praktik Lapangan
Namun, jaminan di atas kertas sering kali tidak sebanding dengan praktik yang terjadi di lapangan. Brian McGrail, Penasihat Senior di Center for AI Safety, memperingatkan bahwa badan intelijen sering mengambil interpretasi yang sangat bebas terhadap ketentuan kontrak mengenai pengawasan.
Karena isi kontrak ini bersifat tertutup dan rahasia, McGrail menyebut publik akan sangat kesulitan untuk menilai seberapa kuat sebenarnya larangan pengawasan domestik tersebut ditegakkan, demikian dikutip dari NBC News, Kamis (30/4/2026).
Kontrak rahasia, klausul yang longgar, dan ketiadaan mekanisme audit publik menciptakan celah yang sulit dikontrol — terutama ketika operasi intelijen bergerak di luar jangkauan transparansi sipil.
FAQ
Q: Apa isi kesepakatan Google dengan Pentagon soal AI Gemini?
A: Pentagon dan Google mencapai kesepakatan resmi untuk menggunakan AI Gemini di jaringan
rahasia militer AS. Rincian kontrak masih dirahasiakan, namun dibenarkan oleh pejabat
AS anonim dan tidak dibantah oleh juru bicara Google, Kate Dreyer.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





