OpenAI Mulai Uji Iklan di ChatGPT, Google Pertimbangkan Hal Serupa di Gemini
XJABAR.COM – OpenAI resmi mulai menguji penempatan iklan di dalam layanan chatbot ChatGPT — sebuah langkah yang menandai pergeseran strategi monetisasi bagi perusahaan yang selama ini bertumpu pada model langganan berbayar. Di sisi lain, Google membuka kemungkinan serupa untuk Gemini, meski menegaskan hal itu belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.
OpenAI Cari Model Bisnis Baru Lewat Iklan di ChatGPT
Langkah OpenAI menguji iklan di ChatGPT bukan muncul tanpa konteks. Biaya komputasi untuk menjalankan model bahasa besar dalam skala ratusan juta pengguna aktif sangat masif, dan model langganan seperti ChatGPT Plus dinilai belum sepenuhnya mampu menutup beban operasional tersebut — terutama untuk pengguna yang mengakses layanan secara gratis.
Uji coba ini dirancang untuk menemukan format iklan yang dapat mendatangkan pendapatan tanpa mengorbankan pengalaman percakapan yang selama ini menjadi keunggulan utama ChatGPT. Sejauh mana format tersebut akan terlihat oleh pengguna akhir, dan bagaimana ia akan diintegrasikan ke dalam antarmuka percakapan, belum diungkap secara rinci oleh OpenAI.
Google: Iklan di Gemini Mungkin, tapi Bukan Sekarang
Dalam konferensi pendapatan kuartal pertama Alphabet Inc. tahun 2026, Kepala Bisnis Google, Philipp Schindler, menyampaikan posisi perusahaan secara gamblang. Google saat ini masih berfokus pada tiga jalur utama: pengembangan layanan gratis, model langganan, dan paket berbasis AI.
Monetisasi melalui fitur AI pada mesin pencarian disebut sebagai prioritas yang harus dibuktikan terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan ekspansi ke format lain, termasuk iklan langsung di aplikasi Gemini.
Namun Schindler tidak menutup pintu sepenuhnya. Ia menyatakan bahwa format iklan yang sama berpotensi diterapkan di Gemini apabila terbukti efektif di fitur Mode AI pada Google Search. “Iklan selama ini berperan dalam mendukung pertumbuhan layanan hingga menjangkau miliaran pengguna, selama ditampilkan secara relevan dan tepat waktu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kehati-hatian Google dalam mempertahankan kepercayaan pengguna terhadap Gemini sebagai asisten AI — sebuah positioning yang bisa runtuh jika iklan diintegrasikan secara prematur atau invasif.
Mengapa Iklan di Chatbot AI Jauh Lebih Rumit dari Iklan di Search
Penempatan iklan dalam antarmuka pencarian konvensional bekerja karena satu prinsip sederhana: pengguna mengetikkan kata kunci yang mencerminkan niat pembelian secara eksplisit. “Sepatu lari murah Jakarta” adalah sinyal yang jelas bagi pengiklan manapun.
Chatbot AI bekerja dengan mekanisme yang fundamentally berbeda. Percakapan bersifat dinamis, konteks berubah dari kalimat ke kalimat, dan niat pengguna seringkali tidak tersurat dalam satu kueri tunggal melainkan terbangun secara bertahap sepanjang sesi.
Kondisi ini menciptakan tantangan teknis serius dalam pengukuran efektivitas iklan. Tidak mudah menentukan apakah sebuah pesan komersial yang muncul di tengah percakapan benar-benar memengaruhi keputusan pengguna, atau justru mengganggu alur komunikasi dan menurunkan kepuasan pengguna secara keseluruhan.
Ini bukan tantangan yang bisa diselesaikan dengan sekadar memindahkan model iklan dari Search ke Chat — diperlukan pendekatan pengukuran dan penargetan yang sepenuhnya baru.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





