Teknologi

Binus Luncurkan Doktor Akuntansi, Integrasikan AI dalam Kurikulum 42 SKS

88
×

Binus Luncurkan Doktor Akuntansi, Integrasikan AI dalam Kurikulum 42 SKS

Sebarkan artikel ini
Binus University resmi meluncurkan Doctor of Accounting Science, program doktor baru yang dirancang merespons transformasi profesi akuntansi di tengah derasnya adopsi kecerdasan buatan.
Binus University resmi meluncurkan Doctor of Accounting Science, program doktor baru yang dirancang merespons transformasi profesi akuntansi di tengah derasnya adopsi kecerdasan buatan.

Diskusi ini relevan. Pasar kerja global telah mencatat pergeseran signifikan: peran akuntan yang bersifat rutin dan repetitif perlahan tergantikan oleh perangkat otomasi. Yang bertahan dan berkembang adalah mereka yang mampu menginterpretasi data, merancang strategi berbasis analitik, dan memahami implikasi teknologi terhadap pelaporan keuangan.

Dekan School of Accounting Binus University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons)., Ph.D., menegaskan program ini hadir untuk menjawab kebutuhan riset yang makin kompleks. Mahasiswa, menurut Prof. Lindawati, akan dilatih menjadi peneliti yang sanggup mengintegrasikan teori akuntansi dengan teknologi dan praktik bisnis secara langsung di lapangan.

Kurikulum 42 SKS: Analitik sebagai Inti Studi

Kepala Departemen program ini, Prof. Toto Rusmanto, M.Comm, Ph.D., CAPM., CMA., menyebut fokus analitik sebagai keunikan utama yang membedakan program ini dari program doktor akuntansi konvensional. Ilmu akuntansi kini dituntut berperan sebagai instrumen strategis yang sepenuhnya digerakkan oleh data dan teknologi.

Secara struktural, Doctor of Accounting Science Binus menawarkan beban studi 42 SKS yang dapat dituntaskan dalam enam semester. Desain kurikulum memadukan fondasi teoretis yang kokoh dengan pemanfaatan teknologi digital secara penuh dalam setiap aspek pembelajaran.

Cakupan riset program ini luas. Topik yang tersedia mencakup kecerdasan buatan, blockchain, dan teknologi informasi. Di lini klasik tersedia pula akuntansi keuangan, keberlanjutan bisnis (ESG), tata kelola perusahaan, perpajakan, hingga audit berbasis data.

Keluasan cakupan ini disengaja. Binus ingin memastikan lulusannya mampu berkontribusi pada berbagai lini riset yang relevan dengan kebutuhan industri dan kebijakan publik, baik di tingkat nasional maupun global.

Infrastruktur Digital dan Orientasi Publikasi Ilmiah

Binus telah menyiapkan fasilitas modern dengan infrastruktur digital yang mumpuni untuk menopang proses pembelajaran. Mahasiswa secara aktif didorong menghasilkan karya publikasi ilmiah sejak awal masa studi—bukan menunggu fase akhir program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *