“Ini bukan hanya soal rumah yang terbakar. Ini tentang seseorang yang dalam sekejap kehilangan segalanya,” tegas Dudin.
Ia menegaskan, kepemimpinan tidak boleh berhenti di kata-kata. Harus hadir di lapangan, terutama ketika warga berada di titik paling rapuh dalam hidupnya.
“Saya akan bantu semaksimal mungkin. Ini bentuk respons cepat dan kepedulian sosial. Di saat seperti ini, masyarakat butuh bukti, bukan janji,” ujarnya lugas.
Tak berhenti pada komitmen, Dudin juga langsung menyiapkan solusi konkret. Ia memastikan Kakek Adut mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak selama proses pembangunan kembali rumahnya.





