Teknologi

Musk Gugat OpenAI USD 130 Miliar, Nasib Sam Altman di Tangan Juri Awam

11
×

Musk Gugat OpenAI USD 130 Miliar, Nasib Sam Altman di Tangan Juri Awam

Sebarkan artikel ini
Sidang gugatan Elon Musk melawan OpenAI dan CEO Sam Altman resmi dimulai. Tuntutan USD 130 miliar ini ancam IPO OpenAI dan posisi Altman serta Brockman.
Sidang gugatan Elon Musk melawan OpenAI dan CEO Sam Altman resmi dimulai. Tuntutan USD 130 miliar ini ancam IPO OpenAI dan posisi Altman serta Brockman.

“Hukum tidak mengharuskan juri yang belum pernah mendengar tentang Elon Musk atau AI. Hukum perlu juri yang bisa mengesampingkan apa yang pernah mereka dengar dan memutuskan kasus hanya berdasarkan bukti di pengadilan,” tegasnya.

Musk ikut mendirikan OpenAI pada 2015 sebagai organisasi nirlaba dan menyumbangkan sekitar USD 44 juta dalam beberapa tahun pertama. Ia hengkang pada 2018 setelah perebutan kekuasaan yang sengit, lalu mendirikan perusahaan AI pesaing bernama xAI.

Sepeninggal Musk, OpenAI mendirikan anak perusahaan berorientasi laba pada 2019. Struktur itu kemudian dikonversi menjadi perusahaan kepentingan publik yang diawasi yayasan nirlaba pada 2025, setelah mendapat persetujuan jaksa agung California dan Delaware.

Musk menuding transformasi tersebut mengkhianati misi awal OpenAI. Ia mengklaim OpenAI mengambil keuntungan melalui pelanggaran kepercayaan amal dan memperkaya diri secara tidak sah.

Microsoft juga masuk dalam daftar tergugat. Perusahaan milik Satya Nadella itu dituduh membantu dan bersekongkol dengan OpenAI dalam pergeseran struktural tersebut.

“Musk dan tujuan awal lembaga nirlaba tersebut dikhianati Altman beserta kaki tangannya,” demikian bunyi gugatan Musk.

Dalam tuntutannya, Musk meminta hakim mengembalikan OpenAI ke struktur nirlaba dan menyingkirkan Altman serta Brockman dari dewan direksi. Seluruh ganti rugi yang ia minta, menurut pernyataannya di pengadilan, akan diserahkan ke yayasan nirlaba OpenAI—bukan ke kantongnya sendiri.

OpenAI melancarkan serangan balik. Mereka mengklaim justru Musk-lah yang mendorong struktur berorientasi laba di masa awal.

OpenAI menyatakan Musk pergi bukan karena ketidaksepakatan soal misi, melainkan karena gagal merebut kendali penuh atas perusahaan. Gugatan ini dinilai OpenAI sebagai wujud rasa iri, penyesalan meninggalkan OpenAI, dan niat menjegal pesaing di industri AI.

Bukti yang diajukan mencakup ratusan halaman email, pesan teks, dan tulisan pribadi dari sejumlah nama besar industri teknologi. Saksi yang diperkirakan hadir meliputi Musk, Altman, Brockman, CEO Microsoft Satya Nadella, mantan eksekutif OpenAI, dan orang-orang terdekat Musk.

Juri dijadwalkan mulai bermusyawarah pada 12 Mei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *