XJABAR.COM – Kemunculan iPhone Fold bukan sekadar debut produk baru dari Apple. Ini adalah momen yang memaksa seluruh industri ponsel pintar bergerak — dan para pesaing Android tidak bisa pura-pura tidak melihatnya.
Apple memang bukan pelopor form factor ponsel lipat jenis buku. Google, Microsoft, dan Oppo sudah lebih dulu menjajal desain tersebut. Namun, iPhone Fold diperkirakan akan melakukan sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan pendahulunya: menstandarisasi ponsel lipat layar lebar sebagai pilihan utama konsumen global.
iPhone Fold Picu Gelombang Desain Baru di Industri
Kabar kehadiran iPhone Fold sudah cukup untuk menggerakkan pasar. Sejumlah produsen besar secara bersamaan mengumumkan rencana mereka untuk meluncurkan ponsel lipat dengan rasio aspek yang lebih lebar dan lebih pendek — menjauhi desain tinggi-ramping yang selama ini dipopulerkan Samsung Galaxy Z Fold.
Ide di balik pergeseran desain ini cukup konkret. Ponsel lipat yang lebih lebar memberikan pengalaman menonton video yang lebih optimal, dengan lebih banyak area layar yang terpakai dan lebih sedikit letterboxing — garis hitam di bagian atas dan bawah layar yang kerap mengganggu kenyamanan visual.
Huawei bergerak cepat. Pekan ini, perusahaan asal Tiongkok tersebut mengumumkan Huawei Pura X Max, ponsel lipat layar lebar pertama mereka. Samsung pun tidak tinggal diam. Galaxy Z Fold 8 Wide dijadwalkan rilis musim panas ini, dengan bocoran spesifikasi menyebut layar internal 8,1 inci dan layar penutup 6,5 inci. Gambar CAD yang bocor mengonfirmasi perubahan form factor yang signifikan meski selisih ukuran layar tidak terlalu dramatis.
Nama-nama lain juga masuk daftar: Google Pixel 11 Pro diperkirakan mengadopsi desain yang lebih lebar, begitu pula Motorola Razr Fold dan Honor Magic V6 yang sama-sama akan meluncur tahun ini.
Samsung Tujuh Generasi, Baru Berubah Saat Apple Masuk
Ada hal yang sulit diabaikan dari momentum ini. Samsung telah merilis tujuh generasi ponsel lipat tanpa mengubah desain dasarnya — baru melakukan perubahan pada tahun yang sama ketika Apple masuk ke kategori ini. Padahal, permintaan pengguna akan layar yang lebih lebar sudah bergema sejak lama.
Ini bukan soal siapa yang meniru siapa. Tapi waktunya berbicara sendiri.
Pasar ponsel lipat memang sedang dalam lintasan pertumbuhan. Pengiriman global ponsel lipat tumbuh 14% secara tahunan pada kuartal ketiga 2025, mencatatkan rekor pengiriman triwulanan tertinggi sepanjang sejarah. Momentum tersebut kini mendapat dorongan ekstra dari efek Apple.
Masuknya Apple ke segmen ini akan memperluas basis pengguna yang familiar dengan desain ponsel lipat. Konsumen yang sebelumnya ragu kini punya referensi merek yang sudah mereka percaya. Efek halo tersebut akan menguntungkan seluruh ekosistem — termasuk produsen Android yang bisa bergerak lebih gesit dalam hal spesifikasi.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





