Samsung unggul dalam teknologi panel AMOLED lipat berkat pengalaman panjang di industri layar. Huawei juga menawarkan kualitas layar tinggi, meski terkendala ekosistem aplikasi global. Apple, di sisi lain, mengandalkan optimalisasi iOS yang dikenal stabil dan konsisten.
Ekosistem Jadi Nilai Tambah Apple
Salah satu keunggulan Apple dibanding Samsung dan Huawei terletak pada ekosistem. Integrasi iPhone dengan iPad, Mac, dan Apple Watch menjadi daya tarik tersendiri. Jika iPhone lipat mampu menghadirkan pengalaman multitasking yang solid, Apple berpotensi menarik pengguna profesional yang selama ini belum sepenuhnya berpindah ke ponsel lipat Android.
Kamera dan Fitur Biometrik
Dalam hal kamera, Apple diperkirakan membawa konfigurasi dua kamera belakang berkualitas tinggi, sebanding dengan flagship Samsung dan Huawei. Huawei selama ini dikenal unggul di fotografi, sementara Samsung menawarkan fleksibilitas kamera untuk produktivitas.
Menariknya, Apple dikabarkan akan menghilangkan Face ID dan kembali ke Touch ID di tombol daya. Samsung dan Huawei tetap mempertahankan sensor sidik jari samping atau dalam layar, sehingga pendekatan Apple justru sejajar dengan kompetitor di aspek ini.
Harga dan Segmentasi Pasar
Perkiraan harga iPhone lipat yang mencapai sekitar 2.400 dolar AS atau lebih dari Rp37 juta menempatkannya di segmen ultra-premium. Harga ini sebanding dengan varian tertinggi Galaxy Z Fold dan Huawei Mate X.
Namun, Apple dikenal memiliki basis pengguna loyal yang bersedia membayar lebih untuk desain, kualitas, dan ekosistem. Faktor ini membuat iPhone lipat berpotensi tetap kompetitif meski harganya tidak ramah bagi pasar massal.
Persaingan yang Menguntungkan Konsumen
Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat akan meningkatkan persaingan di segmen premium. Samsung dan Huawei diprediksi akan terdorong untuk terus menyempurnakan teknologi engsel, layar, dan daya tahan perangkat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




