Literasi AI: Kebutuhan, Bukan Pilihan
Data Wolters Kluwer memperlihatkan bahwa adopsi AI di kalangan lawyer sudah melampaui tahap eksplorasi. Dengan lebih dari 9 dari 10 praktisi hukum yang sudah menggunakannya, pemahaman atas konsep dan istilah dasar AI bukan lagi keunggulan kompetitif—melainkan kebutuhan profesional minimum.
Penguasaan istilah-istilah tersebut memberi lawyer kemampuan untuk mengevaluasi alat yang mereka gunakan, mengidentifikasi risiko hallucination dan bias, serta memastikan penerapan AI tetap selaras dengan tanggung jawab etis profesi hukum.
=== FAQ SCHEMA ===
Q: Apa itu hallucination dalam AI dan mengapa berbahaya bagi lawyer?
A: Hallucination adalah kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan namun tidak akurat. Bagi lawyer, ini berbahaya karena AI bisa menghasilkan kutipan hukum atau pasal yang tidak ada.
Q: Apa perbedaan generative AI dan agentic AI?
A: Generative AI menciptakan konten baru seperti teks atau gambar berdasarkan instruksi. Agentic AI lebih canggih karena mampu bertindak otonom, merencanakan, dan menyelesaikan tugas kompleks tanpa instruksi terus-menerus dari manusia.
Q: Apa itu e-discovery dalam konteks hukum berbasis AI?
A: E-discovery adalah proses pengumpulan dan analisis bukti digital seperti email dan dokumen elektronik dalam perkara hukum menggunakan bantuan teknologi AI, sehingga prosesnya jauh lebih cepat dan efisien dibanding metode manual.
Q: Berapa persen lawyer yang sudah menggunakan AI menurut survei Wolters Kluwer 2026?
A: Menurut Future Ready Lawyer Survey 2026 yang dirilis Wolters Kluwer pada Maret 2026, lebih dari 92 persen lawyer telah menggunakan setidaknya satu alat berbasis AI dalam praktik mereka.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





