Dari sisi strategi, workshop ini jelas bukan sekadar agenda seremonial. Kampus sedang membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Hard skill tetap penting, tapi soft skill seperti komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan jadi pembeda utama.
“Ibaratnya, IPK tinggi saja nggak cukup. Dunia kerja butuh orang yang bisa dipercaya,” tegas Ishandawi.
Ia menekankan bahwa integritas adalah aset utama di profesi hukum, tanpa itu, keahlian teknis kehilangan makna.
Senada, Raden Rara Rita Erawati menyoroti pentingnya kombinasi antara wawasan kebangsaan dan pola pikir global. Menurutnya, lulusan hukum harus mampu membaca peta besar, tidak hanya lokal, tapi juga internasional.





