Lifestyle

Punya Pacar tapi Tetap Kesepian? Psikolog Sebut 3 Kebiasaan Ini Biang Keroknya

66
×

Punya Pacar tapi Tetap Kesepian? Psikolog Sebut 3 Kebiasaan Ini Biang Keroknya

Sebarkan artikel ini
Psikolog Mark Travers jelaskan 3 kebiasaan kecil yang bikin seseorang tetap kesepian meski sudah punya pacar, dari phubbing hingga kebiasaan mendengar yang buruk.
Psikolog Mark Travers jelaskan 3 kebiasaan kecil yang bikin seseorang tetap kesepian meski sudah punya pacar, dari phubbing hingga kebiasaan mendengar yang buruk.

Saat seseorang berusaha menyelesaikan masalah namun disambut keheningan, yang ia rasakan bukan sekadar diabaikan—ia merasa ditolak. Perasaan itu meninggalkan bekas.

“Jika diulang cukup sering, pasangan mungkin berhenti menjangkau atau memulai percakapan sama sekali demi menghindari kemungkinan ditinggalkan. Bukan karena cinta mereka telah hilang, melainkan karena rasanya tidak aman untuk mengungkapkannya,” ucap Travers.

Ini bukan sekadar persoalan komunikasi yang buruk. Ini soal rasa aman emosional yang perlahan-lahan runtuh.

3. Mendengar Setengah Hati: Hadir tapi Tidak Menyimak

Ada satu jenis percakapan yang terasa sangat melelahkan: kamu bercerita panjang lebar, pasanganmu mengangguk sesekali—lalu begitu selesai, ia langsung beralih membicarakan dirinya sendiri. Tanpa respons. Tanpa tanggapan atas apa yang baru saja kamu sampaikan.

Kebiasaan mendengar yang buruk mungkin tampak sepele. Tapi dalam ilmu kejiwaan, ungkap Travers, pendengar yang buruk akan dianggap tidak tulus meskipun tidak punya niat jahat sedikit pun.

Menyimak bukan tindakan pasif. Ia adalah bentuk kepekaan aktif—upaya memahami dan memvalidasi perasaan orang yang berbicara.

“Dalam konteks romantis, konsekuensi dari hal ini sangat terasa karena merasa didengar adalah salah satu jalan utama untuk membangun dan mempertahankan keintiman,” jelas Travers.

Menyimak dengan sungguh-sungguh adalah bentuk kehadiran yang menandakan investasi emosional. Sebaliknya, kebiasaan mendengar yang buruk menciptakan kesan bahwa pasangan tidak tertarik dengan apa yang kamu ucapkan—atau lebih jauh, tidak peduli dengan kamu sebagai individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *