BANDUNG, XJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tajam tantangan dan ketidakadilan yang tengah mendera dunia jurnalistik saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam Anugerah Dewan Pers 2026 di Jakarta, dengan mengusung tema “Kemerdekaan Pers, Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan Media”.
“Ketakutan terbesar insan pers profesional saat ini bukan pada intimidasi pihak tertentu, melainkan ancaman berhentinya dapur redaksi akibat krisis biaya produksi,” ucap Dedi Mulyadi, Rabu 28 Oktiber 2026.
Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya kebebasan di media sosial yang sering kali kebablasan. Warganet kerap menyebarkan stigma negatif tanpa ikatan etika profesi maupun hukum, yang berisiko melahirkan budaya nirkeberadaban.
Ironisnya, para kreator konten yang mengabaikan etika justru meraup banyak keuntungan, sementara jurnalis yang menjunjung tinggi objektivitas dan kebenaran justru terpinggirkan secara finansial.
Melihat dilema ini, KDM mendesak Dewan Pers untuk segera memelopori kurasi dan mengumumkan media serta insan pers yang benar-benar kredibel. Langkah tegas ini dinilai krusial agar pers dapat kembali menjadi pilar terhormat yang menyuarakan kebenaran serta merawat kualitas demokrasi yang sehat.
Sebagai bentuk kepedulian nyata dalam acara tersebut, KDM turut menyerahkan santunan masing-masing sebesar Rp50 juta kepada keluarga jurnalis korban erupsi Gunung Anak Krakatau yang hingga kini belum ditemukan. (*)






