Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai solusi pengelolaan sampah regional yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan keberadaan TPPAS Legok Nangka diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir yang kapasitasnya semakin terbatas.
“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas,” ujar Dedi.






