Sejumlah analis pertahanan menilai bahwa penggunaan drone murah dapat memberikan keuntungan taktis. Drone dapat digunakan untuk melumpuhkan radar, mengalihkan perhatian sistem pertahanan udara, atau bahkan menyerang target secara langsung.
Pendapat Pakar Keamanan
Lorin Selby, seorang purnawirawan Laksamana Muda Angkatan Laut Amerika Serikat yang kini dikenal sebagai analis keamanan nasional, menyebut perkembangan ini sebagai perubahan penting dalam sejarah teknologi militer.
Menurutnya, penggunaan drone murah dalam operasi militer besar menandai munculnya era baru dalam strategi perang modern.
Sementara itu, Eliot Pence, Kepala Eksekutif Dominion Dynamics—sebuah perusahaan teknologi pertahanan yang berbasis di Kanada—menilai bahwa drone murah dapat menjadi pelengkap bagi sistem persenjataan yang jauh lebih mahal.
Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut memungkinkan militer menciptakan kombinasi taktik yang lebih fleksibel di medan perang.
Peran Analisis Data dan AI dalam Menentukan Target
Teknologi Analitik Data Militer
Selain penggunaan drone, operasi militer tersebut juga disebut melibatkan teknologi analitik data berbasis kecerdasan buatan. Salah satu perusahaan teknologi yang disebut dalam laporan tersebut adalah Palantir Technologies Inc., perusahaan analitik data yang berbasis di Denver, Amerika Serikat.
Palantir dikenal mengembangkan perangkat lunak yang mampu menggabungkan berbagai sumber data untuk menghasilkan analisis intelijen yang kompleks. Sistem ini dapat mengolah informasi dari kamera drone, sensor lapangan, hingga data komunikasi digital.
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, data tersebut kemudian diubah menjadi peta digital tiga dimensi yang menggambarkan kondisi lokasi secara detail. Konsep ini dikenal sebagai digital twin, yaitu model virtual yang merepresentasikan kondisi dunia nyata.
Teknologi tersebut memungkinkan analis militer memantau pergerakan target secara lebih akurat dan menentukan titik serangan secara real-time.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sistem intelijen dan pelacakan yang digunakan dalam operasi tersebut memiliki kemampuan yang sangat canggih.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosialnya, Trump menyebut bahwa kerja sama antara Amerika Serikat dan Israel memungkinkan pengumpulan data intelijen secara mendalam sebelum operasi dilakukan.
Penggunaan AI Generatif dalam Operasi Militer
Platform AI dalam Lingkungan Rahasia
Selain sistem analitik data, sejumlah laporan juga menyebut penggunaan teknologi model bahasa besar (Large Language Model/LLM) dalam operasi militer modern.
Salah satu platform yang disebut adalah Claude, sistem AI yang dikembangkan oleh perusahaan Anthropic. Teknologi ini diketahui menjadi salah satu model AI yang digunakan dalam jaringan rahasia Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Namun penggunaan teknologi tersebut juga memunculkan kontroversi politik. Hanya satu hari sebelum operasi tersebut berlangsung, Presiden Trump disebut menginstruksikan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan produk Anthropic.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





