Tes IQ Mensa Norwegia hanya mengukur satu aspek: kemampuan penalaran pola visual. Ia tidak mengukur pemahaman bahasa alami, penalaran kausal, kreativitas, kemampuan coding, akurasi faktual, atau kecerdasan emosional yang semakin relevan di aplikasi AI dunia nyata.
Dihimpun KompasTekno dari Visual Capitalist, skor ini paling tepat dibaca sebagai gambaran kemampuan komparatif dalam satu dimensi kognitif spesifik — bukan sebagai peringkat kecerdasan komprehensif yang dapat langsung diterjemahkan ke performa aplikasi nyata.
FAQ
Q: Model AI mana yang memiliki skor IQ tertinggi dalam tes April 2026?
A: Grok-4.20 Expert Mode dari xAI dan OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) sama-sama meraih skor IQ tertinggi 145 dalam pengujian Tracking AI menggunakan tes Mensa Norwegia pada April 2026, menempatkan keduanya di posisi pertama secara bersamaan.
Q: Tes apa yang digunakan Tracking AI untuk mengukur IQ model AI?
A: Tracking AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia yang terdiri dari 35 teka-teki pola visual. Model non-vision menerima soal dalam bentuk deskripsi verbal, sementara model vision mengerjakan gambar asli tanpa modifikasi.
Q: Berapa skor IQ Claude 4.6 Opus dalam pengujian Tracking AI April 2026?
A: Claude 4.6 Opus meraih skor 130 (posisi ke-10), setara dengan Qwen 3.5 dari Alibaba. Namun varian Claude 4.6 Opus (Vision) mendapat skor lebih rendah yaitu 82.
Q: Apakah model AI China bersaing di tes IQ Tracking AI?
A: Ya. Qwen 3.5 dari Alibaba menjadi model China dengan peringkat tertinggi di posisi ke-10 dengan skor 130. DeepSeek R1 (112), DeepSeek V3 (111), dan Kimi K2.5 (127) juga masuk dalam daftar.
Q: Apakah skor IQ ini mencerminkan kecerdasan AI secara keseluruhan?
A: Tidak. Tracking AI dan Visual Capitalist menegaskan skor ini bersifat perbandingan dan hanya mengukur kemampuan penalaran pola visual — satu aspek dari kecerdasan AI secara keseluruhan, bukan tolok ukur komprehensif.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK), lifestyle, dan zodiak. Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.





